Equity

Analisa Investasi 2019 Paruh Pertama

Ketika sebelum libur lebaran, yield obligasi pemerintah Indonesia berada di kisaran 8%, penulis sudah membuat ancar–ancar. Apalagi ketemu Manajer Investasi pada positif outlooknya, waaah time to buy obligasi pemerintah neeh.

Eeh tau–tau Credit Rating Indonesia di upgrade S&P. Trus berita dari luar negeri mulai bicara stimulus lagii.

Loom beliii langsuung ngaciiir daah obligasi nya ke 7,4%. Itu capital gain 4% dalam sebulan, sesuatu bangeet buat obligasi 😂. Kira-kira begitulah sedikit flashback untuk Analisa investasi 2019 Semester I.

Pada awalnya investasi berjalan sesuai ekspektasi penulis. Namun mulai bulan April–Mei segalanya berubah begitu cepat di luar perkiraan.

Khawatir ..?

Tentu saja ada !!

Justru disitu seninya berinvestasi, sabaar ituu subuuur 😉

Analisa Investasi 2019 Saham

Seperti dalam artikel yang ditulis pada akhir Februari 2019 kemarin, faktor yang mempengaruhi harga saham, IHSG naik sekitar 5%, sementara saham-saham kategori mid cap sudah naik belasan persen bahkan puluhan persen. Pesta poraa, baruu juga 2 bulaan!!

Saat itu semua rumor saham naik jadi nyata =P

Penulis pun ikut nekaat, kalo ada rumor ikut hajaar ajaa daah, bagus kagak belakangan, yang pentiiing naeek!!!

Namun setelahnya perlahan–lahan IHSG terkoreksi. Rilis laporan keuangan emiten ternyata tidak memuaskan. Diperburuk dengan isu perang dagang dan pertumbuhan impor Indonesia yang unstoppable membuat Rupiah keok lagii.

Benar–benar di luar perkiraan penulis, IHSG bisa terkoreksi sampai masuk dalam teritori negatif di bulan Mei.

Penulis sampai bingung, kok bisa IHSG jelek banget dibanding negara Asia lainnya. Apa iya memang segitu jeleknyakah??

Untuk memastikannya, penulis mengecek pertumbuhan laba indeks-indeks negara lain pada kuartal pertama 2019 YoY.

pertumbuhan laba indeks asia Q1 2019
Laaah, Ternyata fakta menunjukkan sebaliknya!!

Laba bersih IHSG naik 12,8%, salah satu yang terbaik di Asia!!!

Dari sini penulis mengambil kesimpulan.

Ok berarti ini faktor terbesar yang membuat IHSG terkoreksi adalah terdepresiasinya Rupiah.

Kalau faktornya ini, penulis ga takut, fluktuasi bentarlaah, koreksinya masih dalam range kok, ga kayak tahun lalu yang ampe tembus 15 ribu.

Sayangnya posisi penulis saat itu sudah fully invest. Yasuda penulis tungguin aja deeh, ntar juga balik lagii 😉

Dan ternyata baliknya lebih cepat dari perkiraan hahaha.

Sekarang yang terjadi berita–berita berbalik arah bagus. Hal ini tentunya memberikan sentimen positif pada IHSG. Dari stimulus moneternya Amrik dan Eropa laah, isu perang dagang kendor lagi laah, credit rating dari S&P upgrade di luar dugaan. Sampai 21 Juni kemarin IHSG plus +2% ytd.

Baca juga: Suka Duka Jadi Value Investor

Analisa Investasi Saham 2019 Hingga Akhir Tahun

Lalu gimana analisa investasi 2019 saham hingga akhir tahun?

Seperti kalian ketahui, penulis adalah great believer pada underlying nya saham, earnings !!!

So, dengan earningnya naik 12%, setidaknya segitulah IHSG bisa mengarah hingga akhir tahun

Naiknya bulan apa penulis ga tau. Naik pelan2 aja lebih bagus setiap bulan naek 2% gitu ^^

Congrats buat yang ngikutin rekomendasi penulis saham MNCN, penulis sendiri ilang barang di 900an hahaha

Sementara untuk saham JRPT penulis agak geregetan. Karena ada broker besar yang jualan terus tiap hari. Penulis sampe cek ke sales trader di sana karena penasaran siapa yang jual. Bilang nya sih asset management luar negeri, entah moo ampeee kapaan penulis gelaap.

Tapi seperti penulis bahas, saham JRPT sangat bagus untuk dikoleksi untuk jangka panjang. Contoh saja hasil analisa saham jsmr, sudah berbuah kan sekarang. Sabar itu subur kaka.

Analisa Investasi 2019 Obligasi

Bila perfoma hingga akhir Juni merupakan tolak ukur kinerja, maka Obligasi juaranya sudah naik hingga 6% ytd.

Berdasarkan bahasan penulis di strategi investasi 2019, penulis mengkhawatirkan akan faktor external yaitu kenaikan suku bunga pada negara maju akan ikut menyeret negara berkembang seperti Indonesia. Namun yang terjadi sebaliknya, sekarang malah mo stimulus lagii!!!

Langsunglaah obligasinya pada ngaciir.

Bank Indonesia sendiri sudah mulai menurunkan giro wajib minimum untuk meningkatkan likuiditas bank.

Sementara bunga deposito dari bank-bank besar sudah mulai turun dibandingkan awal tahun. Ini sudah tinggal nunggu waktu aja Bank Indonesia pangkas suku bunga di semester kedua ini. Bahkan bukan tidak mungkin sampai 50 basis hingga akhir tahun.

Ketika yield obligasi Indonesia 8%, Penulis selalu mengatakan pada dasarnya yield obligasi terkoreksinya overshoot, ga wajar.

Dengan inflasi kita beberapa tahun terakhir cuma 3% lebih sedikit, maka idealnya yield obligasi kita di 6%.

Tapi apakah akan terjadi tahun ini? Penulis siih ga sepede itu yaa. Thesis untuk stimulus lagi dari negara maju masih meragukan menurut penulis, bisa jadi bulan depan akan berubah lagi.

Jadi bila bertanya bagaimana analisa investasi 2019 obligasi hingga akhir tahun, penulis cenderung netral. Kuat2 naiknya kelevel  yield 7,0% dimana artinya masih ada upside dari bunga + capital gain sekitar 6-7%, namun perhitungkan juga risiko koreksinya.

Analisa Investasi 2019 Semester I – Summary

Behold guys!!!

Buat yang lagi ancer-ancer mo beli properti, siap-siap ya. Bunga bakal mulai turun hingga akhir tahun. Bank Indonesia sudah kasi jalan untuk pelonggaran likuiditas ditambah suku bunga acuan bakal diturunin.

Itu artinya penyaluran kredit oleh perbankan bakal dikebut di Semester Kedua. Yang mana, salah satu yang bakal digenjot adalah kredit KPR.

Developer–developer yang tadinya wait and see, setelah pilpres ini bakal aktif kejer setoran launching sana sini untuk mengejar target marketing sales 2019.

Kalau saham JRPT dari rups kemarin memberikan indikasi fokus mereka ada pada pembangunan Bintaro Xchange II.

Yaa moga-moga aja yaa ini bisa jadi katalis buat yang uda ikutan belii hahaha.

Sementara untuk analisa investasi 2019 hingga akhir tahun, penulis cenderung mengarah ke investasi saham. Kalau kemarin obligasi yieldnya 8% penuliis siih ngileeer bangeeet, tapi sekarang uda 7,4% jadi ga terlalu seksi lagi.

Upsidenya itung-itungan bego penulis paling 6-7% lagi.

Untuk saham potensi upsidenya penulis bagi dua yaa.

Kalau tolak ukurnya IHSG, maka untuk menyamai earning yang tumbuh 12%, masih ada upside 10% lagi tahun ini.

Tapi bila kita berbicara saham satuan, di mana kita cenderung memilih saham kategori mid cap yang lebih fluktuatif, maka potensinya pertumbuhan di atas IHSG, secara valuasi saat ini sudah cukup menarik, cukup justified bila diangkat keatas lagi.

Penulis sendiri hingga akhir Juni 2019 ini membukukan keuntungan sekitar 50% ytd. Harapannya sampai akhir tahun masi bisa naik 30% lagi laah ( amiiiin Yaolooo 😝 )
__________________________________________________________________________________________________
*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini bekerja sebagai pengelola investasi di jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas, pendapatan tetap, dan pasar uang.
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di IG @slaveberdasi, twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

4 Comments

  1. A. Susanto June 26, 2019
    • kamidaruma June 27, 2019
      • A. Susanto June 27, 2019
        • kamidaruma June 27, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.