Kebebasan Finansial

Arus Kas Positif sebagai Langkah Awal untuk Bebas Finansial

Semakin banyak orang merasa wajib untuk paham ilmu dasar tentang finansial yang ada. Pertanda bagus, karena dengan demikian, banyak orang semakin sadar bahwa hidup itu memang perlu perencanaan. Dan merencanakan hidup, ya artinya merencanakan keuangan. Sebagai awal, kita mesti paham dulu tentang arus kas.

Adalah percuma, ketika kamu sudah khatam pengetahuan berbagai instrumen investasi, punya banyak mimpi, punya banyak tujuan hidup, tetapi arus kas kamu kacau.

Terlebih jika kamu punya objektif untuk bebas finansial. Arus kas yang positif adalah fondasi dari semua upaya yang hendak kamu lakukan demi mencapai kebebasan finansial itu.

Karenanya, ilmu finansial tentang cash flow ini sangatlah wajib untuk dipelajari oleh semua orang sekaligus dengan cara pengelolaannya.

Mari kita mulai dari memahami arti arus kas itu.

Apa Itu Arus Kas?

Program Pensiun DPPK dan DPLK: Apa Bedanya?

Istilah arus kas, atau yang sering disebut juga dengan cash flow ini, bisa juga memiliki arti sebagai jumlah kas bersih dari nominal uang ketika transaksi sedang dilakukan, entah itu transaksi masuk ataupun keluar.

Contohnya adalah cash flow yang ada di sebuah perusahaan dengan memperhatikan uang masuk dari pendapatan bisnis, dan juga keluar dari perusahaan untuk membayar pajak, pembayaran kas, gaji karyawan, hingga pembiayaan perusahaan. Dan dalam hal ini, arus kas merupakan uang yang masuk dan juga keluar perusahaan dalam periode tertentu.

Nantinya, cash flow ini akan dicatat dalam laporan arus kas setiap bulannya. Membuat laporan keuangan tentu saja didasari dari seluruh aktivitas transaksi perusahaan. Selain laporan arus kas, perusahaan juga tentu dapat menggunakan hitungan laba rugi untuk menentukan kesehatan finansial dari perusahaan.

Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cash flow ini tidak hanya bisa digunakan pada sebuah perusahaan saja. Namun kamu juga bisa menggunakannya untuk diri pribadi sendiri. Untuk pergerakan uang yang masuk atau bisa dibilang pendapatan, maka kamu bisa menghitungnya dari elemen pendapatan seperti gaji bulanan, hasil investasi, ataupun usaha yang kamu geluti sehari-hari.

Pada intinya, arus kas ini haruslah positif, jika kamu pengin menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan keuangan. Arus kas yang positif artinya pendapatan kamu seharusnya lebih besar daripada uang yang keluar, atau disebut pengeluaran. Ketika cash flow memiliki nilai negatif, maka hal tersebut berarti pendapatan kamu lebih kecil dibandingkan pengeluaran. Yes, besar pasak daripada tiang.

Ketika arus kas positif, maka hal tersebut bisa membantumu untuk mencapai kebebasan finansial dengan cepat. Kebebasan finansial sendiri merupakan kondisi ketika kamu sudah tidak lagi memikirkan biaya kebutuhan utama karena sudah tercukupi.

Kebebasan finansial yang diimpikan oleh semua orang bisa dicapai dengan mengatur keuangan pribadi secara tepat. Entah itu uang masuk atau keluar, semuanya harus memiliki aturan tersendiri agar tidak terjadi cash flow negatif.

Apakah kamu ingin mencapai bebas finansial di masa depan nanti? Maka, sebelum kamu melangkah ke hal-hal lainnya, pastikan dulu arus kas keuanganmu positif. Bagaimana caranya?

Cara Membuat Arus Kas Selalu Positif

Mengatur arus kas memang bagus untuk dilakukan, hal ini berguna untuk mengukur seberapa sehat kondisi keuangan kamu ketika dikelola. Apabila dilakukan dalam jangka yang panjang, maka kamu bisa memiliki bekal di masa depan yang lebih baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, kamu perlu mengetahui trik dan juga cara mengelola keuangan yang baik seperti di bawah ini.

7 Faktor yang Memengaruhi Penentuan Perencanaan Dana Pensiun

1. Memiliki Catatan Keuangan

Setiap arus kas yang terjadi, entah itu uang masuk dan keluar ada baiknya dicatat dengan baik dalam sebuah catatan khusus. Kamu wajib mencatat pemasukan dan pengeluaran ini setiap bulannya. Jika bisa, buat catatan yang sedetail mungkin agar kamu bisa mengetahui ke mana uang yang kamu miliki itu keluar.

Banyak orang yang memang malas untuk mencatat hal rinci seperti biaya yang sifatnya tidak pasti. Sebut saja seperti uang belanja, jajan, hingga keperluan pribadi lainnya. Padahal, bisa jadi hal yang kecil seperti ini adalah dalang utama yang menggerogoti kesehatan dari finansial kamu.

2. Membuat Laporan Keuangan Sendiri

Setelah mencatat keuangan secara rutin, maka saatnya untuk membuat laporan keuangan. Membuat laporan keuangan sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dibuat apabila kamu memiliki niat. Pasalnya, kamu bisa membuat laporan ini dengan cara sederhana. Kamu cukup memasukkan nominal penghasilan dan juga pengeluaran serta besaran surplus atau jumlah defisitnya.

Selanjutnya, surplus atau defisit tersebut akan dibandingkan dengan jumlah bulan-bulan sebelumnya. Dengan begitu, kamu akan mengetahui apa yang menyebabkan kamu menjadi lebih hemat atau lebih boros. Ketika sudah mengetahuinya, maka selanjutnya kamu akan bisa lebih mudah membuat arus kas positif.

Arus Kas Positif sebagai Langkah Awal untuk Bebas Finansial

3. Evaluasi

Apabila kamu sudah membuat laporan keuangan, dan ternyata arus kas kamu kurang memuaskan, maka ada baiknya kamu lakukan evaluasi. Cek pos pengeluaran keuangan mana saja yang. Kalau sudah ketemu masalahnya, segera lakukan sesuatu.

Biasanya, pos keuangan untuk kebutuhan pribadi tuh, yang membuat arus kas menjadi merengek tersiksa. Untuk mengatasi sekaligus mengakalinya, kamu tidak perlu memangkas pengeluaran secara total, melainkan kamu bisa mencari alternatif terbaiknya.

Sebut saja seperti kamu biasa membeli kopi di kafe, maka tidak salah apabila membuat kopi sendiri di rumah saja dengan harga yang lebih murah. Atau misalkan kamu biasa membeli makan di luar atau pesan online, maka cobalah sesekali untuk memasak sendiri. Karena memang, biaya makan adalah biaya yang akan terus-terusan dikeluarkan tiap harinya.

Nah, kalau bisa dikurangi, misalnya dengan masak sendiri, maka pos ini bisa sedikit dihemat. Atau kamu bisa mencari alternatif lain, yang nyaman dan hemat untukmu.

4. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

Untuk mendapatkan arus kas yang bernilai positif, pintar-pintarlah untuk memilah dan juga memilih apa yang diinginkan dan mana yang merupakan kebutuhan.

Karena perlu kamu ketahui, masih banyak yang belum bisa membedakan antara keduanya. Contoh saja ketika seseorang berucap membeli console PS 5 dengan alasan ingin memenuhi kebutuhan hiburan.

Padahal, hiburan sendiri bisa didapatkan dari berbagai macam cara. Kadang nggak perlu mengeluarkan uang hingga berjuta-juta, kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan hiburan begitu, ya kan? Misalnya, dengan mengunduh game smartphone yang tentu saja jatuhnya lebih murah bahkan gratis.

arus kas 1

5. Jalankan Bisnis Sampingan

Bisnis sampingan juga bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan arus kas yang negatif.

Penghasilan dari bisnis sampingan bisa kamu gunakan untuk banyak hal. Contohnya adalah kamu ingin memiliki console Playstation 5. Maka kamu bisa menggunakan uang dari bisnis sampingan ini untuk membeli console tersebut, dan kamu tidak akan mengganggu arus kas yang kamu miliki.

Atau, pertimbangkanlah untuk memiliki sumber passive income. Coba cek artikel yang sudah ditautkan, tentang bagaimana cara mendapatkan passive income ini.

Kesimpulan

Sekali lagi, arus kas positif ini penting, jika kamu hendak membuat rencana keuangan demi semua cita-citamu. Mau bebas finansial? Pastikan dulu kalau arus keuangan yang kamu miliki positif. Jangan sampai, kamu sudah investasi macam-macam demi bisa bebas finansial secepat mungkin, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang rutin, kamu malah berutang. Cara seperti ini tak akan membawamu ke mana-mana, apalagi mendekati tujuan finansial bebas keuangan.

Nah, semoga artikel ini bermanfaat ya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.