Kebebasan Finansial

Mau Bebas Finansial: Bayar Utang Dulu atau Investasi Dulu?

Dalam membuat rencana keuangan, maka yang pasti ada di dalamnya adalah bayar utang dan investasi, selain belanja. Keduanya penting dan sangat menentukan masa depan. Apalagi jika kamu punya target untuk bebas finansial sesegera mungkin.

Tapi, mana yang mesti didulukan; membayar utang atau melakukan investasi dahulu?

Kenapa ini bikin bingung?

Ya, wajar sih. Utang kadang perlu kita ambil. Utang produktif bisa bantu kita menumbuhkan aset. Tetapi utang kan datang bersama kewajiban membayarnya kembali. Dan, hal ini jadi prioritas dalam setiap rencana keuangan. Sedangkan, kamu juga harus melakukan investasi agar cash flowmu aman. Karena sesungguhnya, kita punya “musuh” tersembunyi dalam perencanaan keuangan ini. Inflasi.

Dilema

bayar utang 1

Yes, nggak jarang hal ini jadi dilema. Terutama ketika, misalnya nih, kita kebetulan dapat rezeki lebih. Akhirnya bingung kan, mendingan buat bayar utang dulu ataukah lebih baik diinvestasikan untuk menambah aset?

Masalahnya adalah, kalau kamu menghabiskan sebagian besar gajimu untuk bayar utang, bisa jadi kamu nggak dapat mengumpulkan aset yang cukup untuk pensiun kelak. Sebaliknya nih, jika kamu terlalu agresif dalam berinvestasi, maka kondisi keuangan kamu bisa menjadi kurang sehat, karena utang semakin banyak karena bunga yang terus berjalan.

Faktor apa saja yang dapat memengaruhi keputusanmu untuk bayar utang atau melakukan investasi terlebih dahulu? Bisa jadia adalah opsi instrumen investasi, toleransi risiko, dan keadaan cash flow-mu. Setiap utang pasti berbeda karateristiknya. Jenis utang yang kamu miliki akan memengaruhi keputusan yang kamu ambil.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan kamu untuk memutuskan, mau bayar utang atau melakukan investasi terlebih dahulu demi segera tercapai bebas finansial. Yuk, simak berikut ini.

Bebas Finansial: Bayar Utang atau Investasi Dulu?

cara pensiun dini

Sudah Punya Dana Darurat dan Proteksi?

Dana darurat adalah dana yang akan kamu pergunakan untuk kebutuhan yang sangat mendesak dan waktunya mendadak.

Penting banget nih. Apalagi kalau kamu punya penghasilan tidak tetap. Semakin mendesaklah kebutuhanmu untuk mempunyai tabungan dan mulai mengumpulkan dana darurat.

So, dari sini ketahuan ya. Jenis pekerjaan yang kamu jalani juga menjadi faktor penentu. Mau bebas finansial, bayar utang dulu atau investasi dulu? Jawabannya, dana darurat dulu!

Lah, bukan pilih satu di antara dua dong ya?

Ya tapi memang dana darurat harus dipenuhi dulu, karena ini adalah jaring pengaman rencana keuanganmu. Kalau dana darurat sudah ada (plus proteksi sudah ada), kamu selanjutnya baru bisa memperhitungkan rencana berikutnya.

Dana darurat dan proteksi akan mengamankan rencana keuanganmu ini.
Nah, dana darurat bisa jadi disimpan dalam Reksa Dana Pasar Uang.

Berarti investasi dong? Iya, bisa jadi ini salah satu bentuk investasi.

Jadi, kita harus investasi dulu nih sebelum bayar utang? Bisa saja, tetapi tujuan investasinya adalah untuk membangun dana darurat.

Hidup Tanpa Utang = Hidup Lebih Tenang

Utang adalah kewajiban. Betul? Betul.

Utang adalah beban. Yes? Yes.

Sudah berutang, harus berani membayar. Sampai lunas.

Pernah ngerasain hidup tanpa utang? Bebas merdeka!

Melunasinya adalah salah satu tujuan finansial utama bagi setiap orang yang mempunyai utang. Mengapa? Karena utang adalah kewajiban sekaligus beban. Hidup yang nyaman adalah hidup yang tenang tanpa terusik oleh utang.

Nggak dimungkiri sih, bahwa utang dapat menutup kebutuhan yang jika dipenuhi menggunakan uang pribadi bisa memakan waktu lama. Seperti contoh utang untuk kebutuhan membeli rumah dan mobil, hingga untuk modal usaha.

So, bayar utang comes first. Apalagi jika utangnya adalah utang konsumtif, dengan bunga yang tinggi dan tenor yang pendek.

Harus dibereskan terlebih dulu. Prioritas. Banget.

Ketika kamu harus memilih antara bayar utang dan melakukan investasi dulu, kamu harus memperhatikan faktor “bunga” yang menjadi beban ini.
Katakanlah, kamu punya kartu kredit, lunasilah dulu. Utang kartu kredit memiliki bunga yang tinggi. Begitu utang ini beres, selanjutnya, kamu bisa menginvestasikan uang sisa tanpa terbebani oleh bunga kartu kredit lagi.

Untuk utang jangka panjang seperti rumah dan properti lainnya, kamu bisa perhitungkan lagi. Biasanya untuk utang KPR, justru ada penalti yang berlaku jika kita hendak membayar lebih atau melunasi lebih awal. So, coba cek lagi. Jika memang penaltinya besar, dan membuat kamu bertambah beban, ya pikirkan ulang.

Kapan Harus Investasi Dulu?

Mau Bebas Finansial: Bayar Utang Dulu atau Investasi Dulu?

Utang memang menjadi prioritas, namun jika kamu memiliki utang dengan jumlah bungan yang rendah, kamu bisa berinvestasi terlebih dahulu. Setidaknya investasi untuk dana darurat terkumpul terlebih dahulu. Seperti yang dijelaskan di atas tadi.

Ketika kamu berinvestasi, tetapkanlah target yang ingin kamu capai. Jika target tersebut sudah terpenuhi, kamu bisa mulai untuk mencicil dalam bayar utang.

Jika kondisi keuanganmu tidak memungkinkan nih, maka kamu juga dapat menetapkan target yang lebih kecil saja dulu. Misalnya, daripada enggak sama sekali, coba miliki dulu dana darurat sebesar 2 kali lipat dari penghasilanmu. Setelah besaran 2 kali penghasilan terpenuhi, kembalilah fokus untuk bayar utang yang membebani.

Investasi Tanpa Membayar Utang?

punch joko

Gimana kalau investasi dulu, bayar utangnya pankapan saja lagi?
Wah, bahaya, bruh. Ingat loh, jumlah utang yang harus kamu bayarkan akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu. Bisa jadi bunganya berbunga lagi. Belum lagi ada risiko kamu terlambat atau gagal bayar, terus membuahkan denda.

Waduh. Makin runyam.

Kalau semakin parah, tujuan keuangan bisa terancam. Termasuk bebas finansial. Tapi, balik lagi. Semua pilihan ada di tanganmu.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai melakukan investasi? Investasi harus kamu mulai sedini mungkin. Mengapa? Karena mudah dan nggak perlu dana besar.

Tapi, investasi dengan masih punya utang, risiko akan meningkat. Apalagi jika kamu belum punya dana darurat dan proteksi yang memadai.
Akan lebih baik kalau semua seiring. Utang dipenuhi sesuai kesepakatan dan kewajiban, investasi juga jalan. Cuma bisa investasi sedikit? Nggak masalah. Asal terus dan konsisten.

Buat anggaran dan alokasikan sesuai proporsi yang paling pas dengan kebutuhanmu. Umumnya sih rekomendasinya adalah cicilan utang tidak boleh lebih dari 30%, investasi minimal 10%. Coba saja dengan rasio ini dulu. Kalau kurang sesuai, coba diulik lagi.

Investasi akan menjamin masa depan. Bebas utang juga membuat hidupmu lebih nyaman. Hingga kamu bisa menjalani masa pensiun yang sejahtera dan bebas finansial nanti.

Semoga kita terbebas dari utang dan semakin melek keuangan, ya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.