Kebebasan Finansial

Menyiapkan Dana Pensiun di Masa Krisis dalam 3 Langkah

Ada banyak hal terjadi sejak pandemi dimulai. Krisis, dan kemudian berlanjut ke resesi ekonomi. Meski sekarang kita sudah mulai masuk ke dalam fase recovery, tapi hmmm … tak ada yang tahu, sampai kapan hal ini terjadi sampai benar-benar pulih kembali. Dua tahun lagi? Tiga? Lima? So, kalau kondisi keuangan kamu juga masih belum stabil, ini saatnya untuk melakukan penyesuaian. Terutama terkait dana pensiun.

Pasalnya, masa pensiun tidak akan bisa ditunda. It will come, no matter what happens. Dan, persiapan kita tetap harus diteruskan. Nilai investasi barangkali masih belum stabil, meski pasar saham sudah kembali menembus angka psikologis di Rp6.000. Tapi, wow, berbagai hal terjadi, membuat sensasi roller coaster yang luar biasa.

Betul?

Haruskah deg-degan? Seharusnya sih enggak. Apalagi jika kamu sudah berinvestasi dengan melakukan analisis secara cermat lebih dulu. Naik turunnya pasar tidak akan banyak memengaruhimu.

Sekarang, tinggal melanjutkan saja, tetapi dengan lebih hati-hati. And of course, harus melakukan beberapa hal lain juga, agar investasi dana pensiun tetap lancar, meski keuangan pribadimu juga terimbas oleh krisis ini.

Gimana caranya? Simak ya.

Membangun Dana Pensiun di Tengah Krisis

Ini Dia 5 Tipe Investor Dana Pensiun Menurut Penelitian Terbaru

1. Hidup hemat dan amankan utang

Hidup hemat dan menghindari utang adalah prinsip paling dasar untuk kesehatan finansial. Iya, nggak perlu teori panjang kok. Sebenarnya, cukup dengan 2 hal itu saja yang dipegang dan didisiplinkan, maka keuangan kamu pasti terkendali.

Nah, tinggal atur, mau alokasi ke mana.

Jadi, agar dana pensiun kamu tetap aman di masa krisis, pastikan dulu kamu melakukan kedua hal ini—hidup hemat dan amankan utang—yang kalau di-breakdown lebih detail jadi beberapa langkah berikut ini:

  • Spend below your means. Usahakan untuk membelanjakan lebih sedikit dari yang kamu hasilkan.
  • Beli barang-barang hanya yang kamu mampu. Ini artinya kamu tidak boleh berutang dulu untuk membeli barang—terutama barang yang akan mengalami depresiasi dan tidak akan membawa nilai tambah yang berfaedah.
  • Cek pos pengeluaran. Sebisa mungkin mempertahankan alokasi investasi untuk dana pensiun, tetapi tetap menjaga stabilitas pos kebutuhan penting lainnya. Buat anggaran setiap bulan, dan sisihkan investasi di awal.
  • Kurangi rasio cicilan utang. Maksimal memang 30%, tapi bisakah kamu tekan hingga kurang dari itu?

Lah, katanya menyiapkan dana pensiun? Kok ngurusin cash flow?

Yha, kalau cash flow aja nggak sehat, mau siapkan dana pensiun pakai apa, Ferguso? Cash flow disehatkan dulu, baru kamu bisa mengamankan dana pensiun.

dana pensiun 1

2. Amankan portofolio

Dana pensiun merupakan tujuan keuangan jangka panjang. Setidaknya, horizon waktunya adalah di atas 5 tahun. Kunci dari kesuksesan investasi jangka panjang adalah rencana alokasi instrumen yang tepat, dengan mempertimbangkan tingkat toleransi risiko, waktu investasi, dan proyeksi imbal yang seimbang dalam portofolio yang terdiversifikasi.

Maksudnya gimana?

Produk investasi itu ada banyak sekali, betul? Masing-masing punya karakteristik sendiri-sendiri. Jika kamu cermati, ada instrumen yang rendah risiko tetapi tingkat imbal juga kecil, yang cocok untuk jangka pendek. Ada instrumen dengan lebih tinggi risiko, tetapi menjanjikan imbal yang lebih besar, cocok untuk jangka menengah. Ada instrumen yang tinggi risiko, dengan imbal yang seimbang juga. Yang terakhir ini, cocok untuk jangka panjang.

Plan terbaik bukanlah lantas harus punya semua instrumen tinggi risiko saja, karena dana pensiun adalah tujuan keuangan jangka panjang. Tetapi, merupakan mix and match berbagai instrumen yang saling meng-cover tingkat risiko dan tingkat imbal yang seimbang.

So, mari dicek. Dengan kondisi kurang stabilnya ekonomi seperti sekarang apakah membuatmu senam jantung kalau investasi di instrumen saham? Ya, jangan dipaksakan. Kalau memang mau memindahkan dana agar lebih aman, lakukan saja. Kamu mungkin bisa mempertimbangkan instrumen yang lebih aman, seperti reksa dana, yang ada manajer investasi yang bisa membantu memaksimalkan portofoliomu.

Ketimbang kamu kelola sendiri saham, tapi deg-degan terus?

Jadi, amankan portofolio seperlunya. Jangan malas memantau dan review.

Kalau seandainya ekonomi sudah stabil, dan kamu memutuskan untuk ingin kembali ke saham, itu juga tak masalah. Yang penting, setiap kali lakukan dengan perhitungan yang cermat, bukan karena ikut-ikutan.

Menyiapkan Dana Pensiun di Masa Krisis

3. Pastikan ada jaring penyelamat

Krisis bikin meringis, ya sudah pasti. Nilai investasi turun karena kena imbas, bikin rencana keuangan kita morat-marit. Tapi, ini adalah risiko tetap yang harus sudah dipahami sejak awal.

Jadi, persiapkan jaring penyelamatnya juga.

Ada dua jenis jaring penyelamat, untukmu memastikan investasi dana pensiunmu lancar di tengah krisis:

  • Miliki dana darurat yang memadai
  • Punya asuransi yang sesuai dengan kebutuhan

Wah, berarti harus nambah alokasi dana lagi dong?

Ya, iya. Makanya buat penganggaran yang detail, dan lakukan seperti yang disebutkan di poin pertama: hidup hemat dan tekan utang. Tentu saja, kamu harus sesuaikan dengan kemampuan.

Nah, ingat-ingat deh ya:

Your job is not going to be there forever. You can’t work forever. And you can’t retire until you figure out a way to replace income from your job.

Jadi, dana pensiun untuk memastikan masa pensiun bisa kamu lalui dengan sejahtera adalah penting. Jangan berhenti investasi untuk dana pensiun meski kondisi sedang krisis. Tetap prioritaskan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai kebutuhan lain yang juga tak kalah pentingnya.

Pasti deh, bisa. Prinsip seperti pada poin pertama itu lakukan dulu. Baru kemudian kamu bisa membuat rencana lagi yang lebih detail.

Semangat ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.