Kebebasan Finansial

Dana Pensiun untuk Millenials itu Wajiib Hukumnya!!!

Pada awalnya penulis berpikir memiliki dana pensiun yang cukup untuk kebebasan finansial merupakan sebuah mimpi. Namun seiring berjalannya waktu penulis menjadi sadar dana pensiun itu bukan lagi mimpi yang harus diraih, melainkan kewajiban untuk kita generasi millenials!!!

dana pensiun itu wajib untuk millenials

Iya, dana pensiun itu wajib banget untuk millenials biar gak kayak gini…

Prakteknya Rumah Untuk Tinggal

Bagi yang tidak berinvestasi di saham ataupun reksadana umumnya berpikir properti merupakan sarana berinvestasi terbaik.

Pemikiran itu tidaklah salah, properti juga merupakan salah satu pilihan investasi yang bagus. Pertanyaannya hasil investasi propertimu buat siapa?

Oklaah selama kita bekerja kita berhasil investasi 2 atau bahkan 3 rumah.

Lalu ketika kita memasuki masa pensiun, anak kita kerja, kemudian nikah. Nah kira–kira itu rumah kita kasih ke anak ato buat kita aja?

Seperti penulis pernah bahas sebelumnya di masa pensiun, kita bukan bule, ga setega itu pasti sama anak. Namun ujung–ujungnya investasi yang kita perjuangkan selama puluhan tahun berakhir buat jatah anak, lalu buat kita apa?

Yaa itulah yang kita butuhkan, dana pensiun..

Kebutuhan Dana Pensiun itu Lebih besar dari Yang Penulis Kira

5 tahun yang lalu, ditahun 2013 penulis pindah rumah dengan ibu penulis. Hasil pindah rumah tersebut ibu penulis mendapatkan keuntungan sekitar 600 juta, setengah Miliar lebih, gedee cuiii.

Itu yang penulis kira waktu itu..

Namun penulis salah besar. Dengan pengeluaran untuk ibu penulis sendiri itu sekitar 10 juta per bulan, ga sampe 5 tahun, abiis tuu duiit!!!

Mungkin pembaca heraan kok boros banget gitu yaa??

Pertama ibu penulis memiliki penyakit sehingga biaya yang dikeluarkan cukup besar. Namun kalau sudah berumur siapa sih yang ga sakit2an??

Yang kedua, keluarga penulis berada di kalangan middle class, yaa kalo uda biasa begitu masa disuruh makan tempe aja tiap hari, kan kagak.

Untungnya di saat bersamaan, penulis dan kakak memiliki penghasilan yang lebih baik sehingga bisa mengcover biaya itu.

Namun dari pengalaman dengan begitu cepatnya duit setengah miliar hilang hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun penulis jadi berpikir.

Ternyata kebutuhan dana pensiun itu jauuh lebih besar dari yang kita kira.

Penulis yakin banget, ini merupakan hal yang terlupakan dari kalangan millenials kayak kita. Karena gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan yang kita mau jadi berpikir baik–baik aja gitu.

Sekarang memang begitu, tapi mungkin tidak nanti di 10–20 tahun kemudian.

Begini…

Seandainya nih kita pensiun di umur 55 tahun, kita punya duit dana pensiun 2 miliar. Pikirnya cukup donk duitnya. Tapi kalau seandainya dana pensiun tersebut habis ketika kita umur 64 tahun, apa selanjutnya kita bakal minta anak ??

Baaaah!!

You Wish!!!

Nanti dikasi terms & condition sama anak kalo mo minta duit, uda macam IMF kalo kasi bantuan  😂

1. ga bole boros

2. ga boleh jalan – jalan

Bisa penulis gampar tuu anaak (kok kesel sendiri yaah bayangin nya   😅)

Kita Generasi Millenials pasti ga bakalan mau berada di posisi itu.

Beda dengan stigma generasi sebelum kita yang bicara banyak anak banyak rejeki.

Paradigma itu sudah berubah, jamannya uda beda !

millenials

Kaitan Negara maju Dengan Dana Pensiun

Di Indonesia boro–boro ada yang peduli sama dana pensiun. Kalo duitnya bisa dicairin sekarang, langsung daah duitnya dicairin. Dipake buat dp rumah atau beli mobil.

Kalo negara maju kayak US, dana pensiun merupakan hal besar buat mereka. Hal yang mereka sadar dan dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Kenapa kita tidak terlalu peduli? Karena kita adalah first generation dari eraa Lo Lo Gue Gue. Masih cukup jauh dari usia pensiun. Generasi millenials yang paling tua kan paling baru 40an awal.

Teman penulis yang lama tinggal di Singapura mengatakan hal yang sama mengenai topik ini.

Ga usah jauh-jauh ke Amrik. Di Singapura sendiri bukan hal yang aneh banyak orang tua secara ekonomi susah dan dicuekkin sama anaknya (ga dibantu gitu).

Begitu juga sebaliknya, orang tua di negara maju umumnya ga bantuin anaknya biaya kuliah atau menikah, cariii sendiriii!!!

Belajar dari pengalaman itu maka pada akhirnya dana pensiun berubah menjadi kebutuhan wajib di negara maju, dan menjadi kebutuhan wajib kita kalangan millenials !!

Ya kita yang kalangan millenials aja uda makin cuek, apalagi yang generasinya dibawah kita, jangan hareep deeeh..

Dana Pensiun Yang Cukup

Kalau mendengar uang 1 miliar itu kesannya gedee gitu yaah, yaa kayak penulis waktu pindah rumah dulu jadi punya duit setengah miliar lebiih.

Tapi ternyata ga juga guys!!! 1 miliar rupiah itu kalau kita kursin US dollar bahkan ga nyampe USD 100k.

Mungkin cukup membingungkan, jadi berapa siih seharusnya yang kita miliki sampai berada pada level yang cukup?

Karena 1 miliar sekarang mungkin dalam 20 tahun ke depan menjadi setara dengan 300 juta.

Haruskah kita buat perkiraan dengan acuan proyeksi inflasi 20 tahun ke depan? baaah, macam ekonom aja =P

Lalu kalau gitu berapa donk?

Pada dasarnya dinegara maju kategori masyarakat mapan atau mass affluent memiliki range likuid aset yang cukup konsisten. Dari tahun ke tahun, kalau sudah punya segitu maka sudah masuk kategori mapan

Berdasarkan kategori yang dibuat, kalangan mass affluent adalah masyarakat yang memiliki aset likuid antara 1,5 – 7,5 miliar rupiah. Ini likuid aset yaa, di luar rumah tinggal.

Jadi kalau kita ingin membuat target berapa yang harus kita miliki, maka angka tersebut dapat kita jadikan ukuran.

Naah kalau kita punya aset investasi sudah mencapai 10 miliar lebih, maka kita sudah masuk kategori high net worth individual. Yaa amiin ajaa siih kalau kita bisa punya segitu yaak 😉

Berapa target Dana Pensiun kalian ?

Untuk menghitung berapa target dana pensiun itu kita dapat menggunakan kalkulator exit plan yang penulis buat untuk mengestimasi berapa yang penulis bisa peroleh nantinya.

ilustrasi investasi dana pensiun di usia 45 tahun

Kira-kira seperti ini ilustrasinya untuk mendapatkan dana pensiun yang cukup di usia 45 tahun nanti

Berdasarkan asumsi yang penulis buat di atas yaitu usia, gaji pokok, investasi likuid yang sudah ada saat ini dan paling penting ekspektasi kenaikan investasi rata2 satu tahun maka didapat angka Rp 6,6 miliar.

Perjalanan yang panjang dan membutuhkan kedisplinan memang. Seperti yang penulis katakan di post pensiun dini, at least penulis mempunyai backup plan. Seandainya mimpi terbesar penulis tidak tercapai, setidaknya pada masa pensiun penulis juga ga susah – susah amat gitu, bisa mandiri laah 😋

Setiap orang tentu memiliki kebutuhan yang berbeda–beda. Namun bila berada dalam kategori “middle class“ yang most likely yaa kamu yang baca, bagian dari 100 juta middle class Indonesia saat ini, maka kamu membutuhkan asset likuid setidaknya 1,5 miliar – 7,5 miliar untuk dana pensiun nanti.

Besar?

Ga juga, rumah di Jakarta aja sekarang minim–minim berapa coba?

*Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.