Kebebasan Finansial

Rencanakan Dana Pensiun Pasangan Suami Istri Mulai dari 5 Langkah Ini!

Buat yang sudah berkeluarga, kebutuhan hidup sudah pasti akan bertambah banyak seiring waktu—seiring pertambahan anggota keluarga juga. Akan banyak keinginan muncul juga di tengah jalan, karena kadang situasi dan kondisi yang memengaruhi. Tetapi, yang namanya rencana dana pensiun enggak boleh sampai terganggu.

Kita hidup di zaman yang sudah serbasulit. Sounds so pesimistic, tapi yeah, it’s realistic. Bukan tak mungkin, saat kita mulai memasuki usia pensiun nanti, kondisinya juga masih akan sama sulitnya. Pengin bilang “bisa jadi lebih sulit”, tapi kok ya desperate banget kelihatannya. Jadi mari kita samakan persepsi; “sama sulitnya” dengan kondisi sekarang.

Jadi, mau enggak mau, ya bersiap diri akan jadi hal yang baik.

Mengapa Penting Merencanakan Dana Pensiun?

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Program Rencana Pensiun Perusahaan

Apalagi jika sekarang kamu sudah merasakan menjadi sandwich generation; harus menanggung biaya keluarga sendiri, sekaligus mesti menanggung hidup keluarga besar juga. Mungkin orang tua yang harus disokong keuangannya, atau bahkan masih harus menanggung uang sekolah adik atau siapa pun saudara yang membutuhkan.

Ketahuilah, bahwa kalian—para sandwich generation—adalah pahlawan-pahlawan keluarga. Tetapi, jangan dulu terlalu berbangga dengan status “pahlawan”. Kalian punya tugas berat lainnya, yaitu menghentikan mata rantai sandwich generation di kalian saja. Jangan sampai mewariskan kondisi ini pada anak-cucu kita.

Setuju kan, sampai di sini?

So, perencanaan masa pensiun sudah pasti harus jadi perhatian. Buat yang berkeluarga, sudah pasti penginnya sih ya melalui masa pensiun berdua. Ada yang bilang, kembali kayak masa pacaran. Berdua saja, karena anak-anak sudah pada dewasa, sudah pada punya hidupnya masing-masing.

Karena berdua, maka ayo, mandiri! Rencanakan dana pensiun sejak sekarang. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Menyusun Rencana Dana Pensiun Suami Istri

pasangan suami istri diskusi dana pensiun

1. Samakan frekuensi

Adalah penting untuk punya frekuensi yang sama antara pasangan suami istri. Kenapa? Ya masa enggak? Nggak usah dijelaskan alasannyalah ya. Memangnya ntar pensiun, satu mau di Indonesia, satu mau di Antartika, apa gimana?

Namanya pasangan suami istri harus kompak dong. Jadi, apa yang mesti disamakan frekuensinya? Cobalah diskusikan tentang:

  • Punya ekspektasi seperti apa nanti saat hidup di masa pensiun? Kehidupan seperti apa yang pengin dijalani?
  • Mau tetap tinggal di kota yang sekarang ditinggali? Ataukah ada pertimbangan untuk pindah ke kota atau daerah lain? Mungkin mencari suasana yang lebih tenang dan sebagainya?
  • Kira-kira butuh uang berapa untuk bisa bertahan hidup selama sebulan di masa pensiun nanti? Ingat, mungkin akan ada kebutuhan yang berkurang, tetapi juga ada kebutuhan yang harus ditambah lo.
  • Bagaimana kondisi kesehatan sekarang? Apakah cukup prima? Karena ini akan memengaruhi biaya kesehatan nanti kalau sudah tua.
  • Mau mengisi hari-hari pensiun dengan kegiatan apa?

Nah, poin-poin di atas sekadar trigger saja. Silakan dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing ya. Yaqin deh, bakalan panjang daftarnya. So, take your time di tahap ini. Diskusikanlah berdua sambil santai, tanpa terburu-buru.

2. Kenali berbagai program pensiun yang ada

Sembari menyamakan frekuensi dengan menjawab daftar pertanyaan di atas, sekalian berkenalanlah dengan berbagai macam program pensiun yang sudah ada.

Kita ada:

  • Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Kalau pasangan suami istri—atau salah satunya—berstatus karyawan, pasti otomatis menjadi peserta program pensiun dari pemerintah ini. Pastikan kalian tahu, berapa uang pertanggungan yang nanti akan kalian terima, dan bagaimana cara kerjanya.
  • DPPK, atau Dana Pensiun Pemberi Kerja, yang diselenggarakan oleh pemberi kerja alias perusahaan tempat kita bekerja, yang dibuat untuk kepentingan bersama.
  • DPLK, atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan, yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga keuangan, seperti perusahaan asuransi atau bank.
  • Mandiri. Kita buat program sendiri, dan memilih instrumennya sendiri.

Mana yang paling baik? Bisa jadi berbeda untuk pasangan suami istri yang satu dengan yang lain. Yang pasti, hitung kebutuhannya.

Program pensiun yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. So, do your homework; lakukan perbandingan dan perhitungan dengan cermat. Rumit memang, tetapi for the sake of your future, yuk, lakukan.

3. Pastikan utang sudah terselesaikan

5 Langkah Merencanakan Dana Pensiun Pasangan Suami Istri

Apa jadinya kalau pensiun tapi masih harus menanggung utang? So, utang harus jadi prioritas utama selama masih produktif dan menerima penghasilan aktif. Apalagi utang produktif yang bernominal besar, pastikan sudah beres menjelang kita pensiun.

Cek lagi skema cicilan utang yang sudah dibuat, atau cek posisi cicilan sekarang. Apakah masih on track semua? Semoga masih, dan bisa segera selesai ya.

4. Pastikan asuransi kesehatan aman

Sudah baca artikel tentang pengeluaran di masa pensiun kan? Boleh ditengok lagi kalau lupa, atau belum baca.

Sasat pensiun nanti, bisa jadi pengeluaran kita di pos-pos tertentu memang akan berkurang. Tetapi, ada satu pos pengeluaran yang harus mendapat ekstra perhatian. Yes, pos kesehatan.

Bukannya mengharap yang buruk-buruk, tetapi kita harus realistis. Bahwa pada umumnya, kondisi kesehatan di masa renta kita tak akan sebaik ketika masih muda seperti sekarang. Jadi, pastikan punya pos kesehatan yang memadai.

Iya sudah pasti harus ada proteksi, dalam hal ini asuransi kesehatan. Pastikan pos premi asuransi kesehatan juga sudah termasuk dalam proyeksi rencana dana pensiun kalian ya.

5. Konversi aset

80% Rule: Berapa Biaya Hidup yang Dibutuhkan di Masa Pensiun?

Apalah artinya kita mengumpulkan uang dana pensiun sekarang, tetapi nantinya akan sulit dikonversi hingga bisa memberikan penghasilan likuid setiap bulannya?

Jadi, pastikan kalian tahu kapan dan bagaimana mengonversikan aset yang kalian miliki sekarang saat nanti dibutuhkan.

Gimana sih maksudnya?

Begini. Taruhlah kita punya saham yang kita harapkan nanti bisa menjadi bekal hidup di hari tua. Nah, mau diapain itu sahamnya supaya dananya bisa kita manfaatkan? Apakah kita mau bergantung pada pemberian dividen setiap tahun? Kalau iya, berarti harus punya saham sampai berapa lot, agar dividen tahunannya bisa dipakai secara rutin?

Mau jual saham sedikit demi sedikit untuk biaya hidup? Sedikitnya seberapa?

Nah, hal ini mungkin enggak urgent sih, dan bisanya dipikirkan kalau kita sudah punya pilihan program dana pensiun mana yang hendak kita miliki. Tetapi, juga jangan terlena, hingga tak sampai memikirkan soal satu ini juga.

Kesimpulan

Pengeluaran Uang di Masa Pensiun Lebih Sedikit? Yakin?

Nah, itu dia 5 langkah merencanakan dana pensiun pasangan suami istri.

Selain kelimanya, tentulah masing-masing pasangan mesti tetap jaga komunikasi yang baik satu sama lain. Ya, ini tak hanya kalau menyangkut dana pensiun saja sih, tapi untuk segala hal. Tapi dalam konteks ini, masing-masing harus bisa berkomitmen dan berdisiplin, agar tujuan bersama pun bisa tercapai dengan baik.

Siap untuk duduk berdua dan ngobrolin dana pensiun sekarang? Good luck ya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.