equity

Suka Duka Menjalankan Value Investing

Dalam berinvestasi langsung di pasar saham penulis menemui banyak sekali investor dengan gaya investasi yang berbeda – beda. Biarpun tidak mudah untuk mencari keuntungan yang sustain, tapi bisa aja dengan jurusnya beda2 =P . Penulis sebagai seorang investor yang menganut value investing juga memiliki gayanya sendiri.

Menjadi pengikut value investing tidaklah semudah dengan modal baca buku warren buffet lalu semata – mata langsung jadi value investor 🤣

Value investing is a loooong game..

Gaya investasi di pasar saham dapat merefleksikan siapa kita sehari hari. Bila dalam kesehariannya kita adalah pedagang yang kerjanya puter barang, ga sabaran liat setok barang ga laku2 digudang, yaa alam mualaam kalau mengikuti gaya value investing, butuh sabarnya bukan cuma harian atau mingguan saja.

Terlahir untuk Value Investing

Kalau abang2 jalanan menawarkan pernak pernik menarik seharga seratus ribu, kamu bisa tawar sampe jadi sepuluh ribu, maka kamu sudah setengah jalan menjadi value investor 😉

Kamu memahami yang namanya value, dan kamu ga akan tergesa – gesa untuk membeli walaupun menarik dimata kamu. Dalam praktiknya dipasar saham dalam menjalankan value investing , kuncinya ada pada pemahaman kita terhadap value, dan kesabaran kita untuk menunggu dan memilikinya dalam waktu yang lama.

Namun setengah jalan selanjutnya tidak akan pernah lengkap bila melakukannya hanya dengan modal nekat.

Sepanjang yang penulis ketahui penganut value investing adalah orang – orang yang gemar baca, memiliki pengetahuan yang bagus, dan batu!!

Karena untuk menjadi Value investor sama saja dengan menjadi kontrarian, kerap kali kita memiliki pilihan yang bertolak berlakang dengan mayoritas yang di antaranya orang – orang pintar seperti analis ataupun ekonom.

Untuk memiliki conviction yang tinggi ketika menjadi kontrarian, tentu kita harus memiliki dasar yang kuat. Dasar – dasar itu berasal dari informasi dan pemahaman kita terhadap investasi,sisanya modal kepala batu

Menjalankan value investing bukan berarti kita harus tahu segalanya, at least kita memiliki pemahaman bisnis yang baik, dan mengetahui rasio – rasio dasar dalam investasi untuk mengukur value dari investasi kita

Tooh banyak analis atau yang gemar bawain seminar investasi dalam praktik riil investasi sahamnya dongo dongo kok =P

Karena setelah knowledge, patient memiliki peran yang sangat besar dalam menjalankan value investing, namun sayangnya kerap dipandang sebelah mata sebagai ingredient penting

Derita Menjalankan Value Investing

Dalam menjalankan value investing penulis kerap menghadapi tantangan yang besar. Terkadang kita terjebak dalam persimpangan, apakah kita melakukan hal yang benar, atau karena kitanya aja yang terlalu batu menggunakan kacamata kuda.

Seperti yang penulis alami ketika melakukan strategi value investing hingga saat ini.

Ketika memiliki conviction yang tinggi terhadap satu saham dan menahan dalam waktu yang cukup lama, kondisi tersebut membuat penulis menjadi galau.

suka duka derita value investing

It is like a rabbit race

Di saat yang sama indeks lari kencang, investor momentum yang gemar mengejar saham hot meraih keuntungan signifikan. Lalu seandainya pun akhirnya saham pilihan kita mulai naik, investor momentum langsung beralih ikutan juga masuk dan merasakan keuntungannya

Periode – periode itu sering membuat kita ragu, apa worth it untuk bersabar dalam menahan pilihan kita. Ngeliat temen yang agresif kayaknya gampang banget dapet untung jadi bikin iri. #rumputtetanggalebihhijau

Masih bagus kalau endingnya bagus, kadang malah tidak berbuah, terjebak dalam value trap, yang murah tetap murah. Contoh saham MICE dari pengalaman penulis.

Sampai sekarang kondisi tersebut merupakan tantangan penulis dalam menjalankan value investing. Terlalu berpaku pada value, terlalu berhati – hati kerap membuat penulis mengalami opportuniti lost

Pengalaman penulis Menjalankan Value Investing

Penulis ingat sekali dulu pernah menghold saham HEXA sampai untung 50% lebih dengan maksud value investing ampe tua hahaha..

Namun hasilnya sahamnya turun ampe jadinya rugi dan cut loss !! pedih gan !!!

1. Lesson learn 1: Kepala Batu is Killing You

Iya, modal kepala batu doank tanpa pemahaman yang cukup is killing you. Saat itu penulis belum paham yang namanya bisnis tambang, siklus bisnis lalala. Taunya tu saham lebih murah dari UNTR dan banyak membuai mimpi rencana mau ningkatin penjualan ini itu =P

Pengalaman penulis selanjutnya adalah melihat murahnya valuasi saham MPMX. Namun setelah sekian lama menahan penulis akhirnya menyerah untuk tetap menghold saham satu ini.

Yang terjadi kemudian saham ini meroket karena adanya aksi korporasi yang meng unlock the stock value

2. Lesson Learn 2: Kena Value Trap

Saham murah bisa saja tetap murah, terjebak dalam value trap. Untuk membuat saham ini kembali ke harga yang seharusnya dibutuhkan dua hal, kinerja yang meningkat signifikan atau aksi korporasi di mana deal umumnya terjadi di harga yang jauh di atas.

Beberapa tahun yang lalu saham ENRG P/E nya Cuma 2x. Sebagai value investor pasti kita hijau kalau melihat valuasi semurah itu.

Tapi sekarang balik tanya berapa harga sahamnya ? ada disupport kuat !!!

Berapa labanya ? terakhir rugi boss !!

3. Lesson Learn 3: Good Corporate Governance Matter

Ga peduli p/e nya murah kek gimana kalo manajemennya suspicious yaa mending jangan coba2 value investing, trading aja lah yang acceptable kalo gatel liat liuk2annya =P. Valuasi itu bisa aja semu, contoh paling jelas yaa saham yang dibanned sekarang AISA. Pada akhirnya ketika berinvestasi saham untuk jangka panjang, Good Corporate Governance matter alot !!!

Penulis Sebagai Value Investor saat ini

Sebagai value investor penulis masih terus belajar. Seumur – umur belum pernah tuh merasakan untung saham sampe ribuan persen kayak Warren Buffet atau Om LKH.

Yaah semoga waktunya akan tibaa 😝

Timing untuk menjual kerap kali menjadi tantangan untuk penulis. Contoh saham PTBA yang penulis pernah bahas 2 tahun lalu. Dari saham itu penulis untung hampir 100%.

Puas?? Kagaaaak, setelah penulis jual itu saham naek 100% lagii yaolooo. Tapi ya suda laah sudah tutup buku. Sabar itu bukan hanya ketika sahamnya ga naek2, tapi juga ketika sahamnya sudah mulai naek

Sementara untuk saat ini penulis memiliki conviction paling tinggi pada saham JRPT, bukan hanya valuasinya saja yang murah, namun growth prospeknya appealing banget.

Saham JSMR sudah naik lumayan (penulis abis di 5400 kecepetan jual lagi T_T), saham NRCA butuh memenangkan tender tol patimban nya dulu baru bisa unlock value nya.

____________________________________________________________________________________________

*Tentang penulis : Yuvenz pertama kali bekerja didunia investasi di 2008. Saat ini bekerja sebagai pengelola investasi pada perusahaan finansial di Jakarta dengan pengelolaan pada kelas aset ekuitas dan pendapatan tetap.
**Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi dapat contact langsung di IG @slaveberdasi, twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

8 Comments

  1. Shanti Putri May 5, 2019
    • kamidaruma May 6, 2019
  2. A. Susanto May 6, 2019
    • kamidaruma May 6, 2019
      • A. Susanto May 6, 2019
        • kamidaruma May 6, 2019
  3. Dudukpalingdepan May 6, 2019
    • kamidaruma May 6, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.