Kebebasan Finansial

Financial Freedom vs Financial Independence: Sama Atau Beda?

Financial freedom dan financial independence. Pernah nggak gugling keduanya?

Kedua istilah di atas sering kali ditemukan atau digunakan secara bergantian, seakan-akan keduanya bersinonim. Tapi, apakah memang keduanya sama?

Coba gini ya.

Ada anak kecil, sedang belajar berjalan. Pada suatu titik, mereka tak lagi berpegangan pada tangan ibunya atau bapaknya, atau berpegangan pada barang-barang, ia akan bisa berjalan ke mana saja ia suka. Saat itu, ia mencapai yang namanya kebebasan bergerak. Saat itu, ia tak membutuhkan digendong untuk pindah dari A ke B. Mereka bisa bangun, jalan, sambil tangannya sesekali menyenggol sana-sini.

That’s okay. Yang penting, ia bisa bergerak semaunya.

Tetapi, ada kalanya ia capek, dan langsung menggelesot aja di lantai. Capek, Bun? Iya, si balita capek. Tapi ia masih pengin berjalan ke arah meja makan sebenarnya. Sedangkan jarak dari tempat ia menggelesot sampai ke meja makan, masih 3 meteran. Nangislah ia. Merengek minta ditolong untuk bisa sampai ke meja makan.

Artinya, meski mereka sudah bebas bergerak, sejatinya mereka masih butuh bantuan karena mereka masih belum bisa ke mana-mana sendiri.
Karena itu, mereka belum benar-benar merasakan kebebasan bergerak secara penuh.

Hal yang sama berlaku untuk keuangan, ketika kita ngomongin financial freedom dan financial independence.

Financial Freedom vs Financial Independence

financial freedom 1

Yes, analogi yang sama berlaku untuk keuangan.

Coba bayangkan, perkembangan kebebasan bergerak si balita itu adalah perkembangan keuangan kamu.

Apakah kamu sekarang berada pada titik dalam hidup ketika kamu merasa bebas melakukan apa saja yang kamu mau? Ataukah, untuk “pergi ke suatu tempat”, kamu masih butuh bantuan orang lain? Apakah kamu bisa pergi ke mana pun kamu mau, tanpa khawatir sama duit? Atau, ya sekarang masih hidup from paycheck to paycheck?

Lalu, coba sekarang dipikirin. Kalau misalnya—amit-amit—kamu kehilangan pekerjaan hari ini juga, apa yang akan kamu lakukan? Panik, mikirin bulan depan bakalan gimana kalau nggak ada pemasukan? Atau, kamu santai saja, karena punya tabungan yang cukup seenggaknya sampai beberapa bulan ke depan untuk menyambung hidup? Yah, sambil berdoa semoga segera dapat pekerjaan lagi sebelum tabungan habis.

Ataukah, kamu santai banget, karena toh kamu sudah punya sumber pemasukan lain, yang memberimu uang yang cukup untuk hidup sehari-hari?

Sekadar mengingatkan, bahwa tabungan itu bisa habis kan ya? Bisa dengan cepat ataupun lambat, tergantung bagaimana kamu menggunakannya. Tetapi pemasukan “lain” akan memberikan jaminan, bahwa hidupmu akan berlangsung dan berlanjut terus, no matter what happens! Yang terakhir ini, akan membuatmu bertahan tanpa batas waktu.

Financial Life as A Game

financial freedom 2

Nah, dari sini, kita bisa meraba, bahwa sesungguhnya dalam perjalanan finansial seseorang, ada milestones yang akan dijalani. Ibarat video games, ini tuh kayak level-level itu. Ketika kamu menyelesaikan level satu, maka baru kamu bisa masuk ke level dua. Sudah tamat level dua, maka level tiga berhak kamu masuki. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya, kamu bisa tamat semua level dan jadi champion.

Kalau sudah mati sebelum level satu tamat gimana? Ya, kalau masih penasaran, ulang lagi dari awal. Kalau stuck di level pertama gimana? Ya, gimana ya? *malah nanya*

Yeap, financial is about milestones too!

Berikut milestones yang akan kamu jalani dalam perjalanan finansialmu dalam hidup. Mau sampai milestone ke berapa, itu keputusanmu. Dari milestones ini, kita akan tahu juga perbedaan financial freedom dan financial independence.

Financial Milestones

Mau Bebas Finansial: Bayar Utang Dulu atau Investasi Dulu?

Milestone # 1 – Financial Security

Katakanlah, kamu sudah nggak kerja lagi—dengan alasan apa pun—tapi kamu masih memiliki cukup uang untuk menyambung hidup selama beberapa waktu ke depan (terlepas dari berapa lama waktunya ya), maka itu berarti kamu sudah merasakan financial security.

Masalahnya, seperti yang sempat disebutkan tadi, bahwa tabungan itu ada batasnya. Bisa jadi, kamu punya cukup dana darurat sampai 3 hingga 6 bulan ke depan. Jika misalnya, kamu enggak bisa mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu 6 bulan, maka bisa jadi kamu akan mengalami kesulitan.

Di sinilah, kamu seharusnya memiliki sumber pendapatan lain—selain dari pekerjaan yang secara rutin kamu lakukan, sebagai langkah pengamanan.

Financial security merupakan anak tangga pertama menuju financial freedom. Financial security membuat kamu merasa aman dan nyaman untuk menjalani hidup, meskipun mungkin kita kehilangan penghasilan dalam satu waktu. Seenggaknya, untuk kebutuhan esensial, kamu tetap bisa memenuhinya tanpa harus minta bantuan ke orang tua.

Tapi, di fase ini, kamu juga tetap harus segera berusaha mendapatkan pekerjaan baru secepat mungkin. Karena, ya itu tadi, tabungan ada batasnya.

Financial Freedom vs Financial Independence: Sama Atau Beda?

Milestone # 2 – Financial Independence

Jika kamu sudah memiliki penghasilan pasif yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok sekarang ini, maka itu artinya kamu sudah menapaki fase financial independence.

Meski ketika penghasilan kamu terhenti di satu sumber, kamu masih punya sumber lain yang memberimu penghasilan yang cukup juga, tanpa batasan waktu. Ya, asalkan kamu enggak kehilangan sumber penghasilan ini juga sih.

Sumber penghasilan ini bisa berupa penghasilan aktif maupun pasif. Yes, mungkin kamu sudah punya penghasilan pasif, tetapi masih hanya cukup untuk kebutuhan esensial. Asalkan kamu bisa live below your means, everything is fine!

Kamu masih perlu untuk membangun lebih banyak income stream, untuk men-support gaya hidupmu. Lebih tepat lagi, gaya hidup yang kamu inginkan. Tapi, di fase financial independence ini, kamu memang sudah mandiri secara income. Jika satu income mati, masih ada yang lain, dan hidupmu akan tetap berjalan seperti biasa.

financial freedom 3

Milestone # 3 – Financial Freedom

Banyak orang hanya mampu mencapai financial independence. Kadang juga mereka sudah cukup puas dengan berada di fase tersebut, karena sudah merasa aman seutuhnya.

Tanpa sadar, bahwa sesungguhnya, masih ada satu fase yang lebih lagi ketimbang financial independence. Yes, itu dia financial freedom.

Financial freedom bisa dibilang adalah kebebasan finansial sejati. Kalau diibaratkan dengan si balita pada ilustrasi awal di atas, itu berarti si balita sudah dapat berjalan ke mana saja ia mau, tanpa perlu bantuan lagi dari orang tuanya. Ia sudah bebas memutuskan hendak ke mana, dan sudah tahu dengan pasti, bahwa ia akan berjalan menuju tempat itu dengan selamat.

Kebebasan finansial yang sejati ini berarti bahwa penghasilan pasif kamu tak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupmu saat ini saja, tetapi bahkan bisa memenuhi gaya hidup yang kamu inginkan. Yes, kamu inginkan.

Kamu boleh saja merencanakan untuk keliling dunia dengan kapal pesiar mevvah, punya vila di beberapa pulau pribadi, nonton berbagai konser dari gedung opera terkenal di dunia, tanpa takut kehabisan income, tanpa kamu harus bekerja dengan aktif.

Financial freedom berarti kamu punya penghasilan pasif yang cukup untuk melakukan semua hal, tanpa mengkhawatirkan dari mana uang bisa didapatkan. Ibaratnya, uang datang sendiri padamu.

Kesimpulan

So, bisa disimpulkan, bahwa financial freedom adalah level tertinggi dalam perjalanan finansial kita. Mau menuju ke level tersebut? Sudah tentu, ada banyak perjuangan yang harus dilakukan. Tak ada yang dapat mencapai kebebasan finansial atau financial freedom ini dalam semalam. It’s about process, dan ada banyak pencapaian yang harus menjadi target di sepanjang perjalanannya.

Kamu siap nggak?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.