Kebebasan Finansial

Menghitung Rasio Financial Independence: Sudah Mandirikah Kamu?

Pembahasan terkait financial independence saat ini memang sedang banyak dibicarakan, terlebih di era teknologi seperti saat ini, ketika kegiatan pasar saham lebih dimudahkan karenanya. Lalu, apakah kamu tahu apa itu financial independence ini? Dan seberapa dekatkah kamu saat ini dengan kondisi tersebut?

Apa Itu Financial Independence?

Financial Freedom vs Financial Independence: Sama Atau Beda?

Financial Independence atau biasa dikenal dengan sebutan mandiri secara keuangan adalah kondisi ketika kamu sudah dapat memenuhi kebutuhan hidupmu sendiri secara bebas, punya otorisasi terhadap aset yang kamu miliki, dan dapat mengambil keputusan yang merdeka.

Ketika kamu memiliki keuangan yang cukup, maka kamu pun bisa berada dalam kondisi yang mandiri ini, dan bahkan bisa berhenti bekerja serta hidup dari penghasilan pasif kamu.

Sesuai dengan namanya, financial independence ini fokus terhadap keinginan seseorang yang menjalaninya untuk bisa mandiri dan tidak bergantung pada siapa pun, termasuk pada pekerjaan ataupun keluarganya. Untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kamu wajib mempersiapkannya sejak dini.

Tapi, bagaimana kita tahu bahwa kita telah dapat mencapai financial independence ini? Standarnya seperti apa?

Kamu bisa pakai rasio financial independence.

Gimana cara ngitungnya?

Cara Menghitung Rasio Financial Independence (FI Ratio)

Menghitung Rasio Financial Independence: Sudah Mandirikah Kamu?
\

Untuk menghitung financial independence ratio sebenarnya cukup mudah, kamu hanya perlu membagi antara pendapatan pasif kamu dengan pengeluaran kamu sendiri. Lebih simpelnya begini :

Financial Independence Ratio (FI Ratio) = Pendapatan pasif ÷ Pengeluaran.

Untuk mendapatkan perhitungan maksimal dari FI Ratio, kamu perlu melakukan perhitungan dari pendapatan dan pengeluaran selama 12 bulan terakhir. Maka hasil yang didapat pun akan lebih spesifik dan tepat.

Lalu, apa sebenarnya pendapatan pasif atau biasa disebut passive income?

Pendapatan pasif adalah sumber pendapatan yang dihasilkan melalui sumber penghasilan pasif, yang artinya kamu mendapatkannya tidak dengan bekerja secara aktif.

Sebut saja seperti kamu memiliki sebuah bangunan kos yang dapat memberikan penghasilan setiap bulannya. Contoh lainnya apabila kamu seorang penulis buku yang mendapatkan uang royalti atas penjualan buku yang kamu buat, dan masih banyak lainnya.

Contoh Menghitung FI Ratio

Sebelumnya, kamu harus memahami dulu bahwa ada rule of 4% sebagai angka aman sebagai angka imbal hasil pendapatan pasif portofolio setiap tahunnya di Amerika Serikat. Namun, untuk di Indonesia, angka 6% dirasa lebih aman.

Gimana ceritanya?

Mendingan tengok ceritanya di postingan Instagram ini yak.

Jadi, untuk lebih mengerti bagaimana cara menghitung FI Ratio, berikut bisa kamu lihat dengan beberapa contoh perhitungan di bawah ini.

Contoh #1

Juni saat ini berusia 30 tahun, dan di umur yang 23 tahun ini Juni memiliki uang sebesar Rp300 juta di DPLK dan tidak memiliki penghasilan pasif dari instrumen investasi lain. Dan pengeluarannya juga rata-rata sebesar Rp100 juta per tahun. Berikut perhitungan FI Rationya:

Rasio FI = Pendapatan Pasif ÷ pengeluaran
Rasio FI = 6% x (300.000.000) ÷ 100.000.000
Rasio FI = 18.000.000 ÷ 100.000.000
Rasio FI = 18%

Contoh #2

Odi saat ini berusia 45 tahun, di umur 45 tahun tersebut Odi memiliki Rp500 juta dalam bentuk saham serta instrumen investasi lainnya, plus Rp400 juta di DPLK. Selain itu, Odi memiliki dua bangunan berbentuk kos dan juga ruko yang disewakan dan menghasilkan keuntungan Rp50 juta per tahun. Pengeluaran Odi per tahun rata-rata sebesar Rp180 juta per tahun. Berikut perhitungan Rasio FI-nya:

Rasio FI = Pendapatan Pasif ÷ pengeluaran
Rasio FI = 6% x (500.000.000 + 400.000.000 + 50.000.000) ÷ 180.000.000
Rasio FI = (6% x 950.000.000) ÷ 180.000.000
Rasio FI = 57.000.000 ÷ 180.000.000
Rasio FI = 31,67%

Nah, itu dia contoh menghitung financial independence ratio yang benar. Jika kamu penasaran bagaimana FI Ratio kamu saat ini, maka tidak ada salahnya untuk menghitungnya. Ingat, ambil pendapatan pasif dan juga pengeluaran kamu selama satu tahun terakhir untuk mendapatkan FI Ratio yang tepat dan juga benar.

Basically, kalau angka rasiomu mencapai 100%, itu artinya kamu sudah mencapai financial independence.

Cara Mencapai Financial Independence Lebih Cepat

financial independence 1

Setelah kamu mengetahui rumus beserta cara menghitungnya, kini kamu akan lebih mudah untuk mendapatkan pencapaian menuju financial independence dengan cepat.

Hal tersebut dikarenakan kamu sudah mengetahui dua hal penting. Hal penting yang pertama adalah kamu sudah tahu saat ini kamu berada di titik mana saat ini, dengan melakukan penghitungan FI Ratio sebelumnya. Kedua, kamu mengetahui cara yang bisa kamu lakukan untuk segera mencapai Financial Independence dengan cepat.

Lalu, seperti apa caranya? Berikut di bawah ini kita akan bahas bersama-sama. Setidaknya ada 4 langkah yang perlu kamu lakukan untuk menggapai financial independence dengan cepat di usia dini.

1. Pangkas Uang Pengeluaran Kamu

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pengeluaran adalah kunci utama untuk mencapai financial independence. Kita ambil contoh nomor 2 di atas.
Pengeluaran Odi untuk satu tahun sebesar Rp180 juta dengan rasio 31,67%.

Jika Odi berhemat dan memangkas pengeluaran tahunan menjadi setidaknya Rp110 juta gitu, maka Rasio FI milik Odi akan naik menembus angka 50%.

Kalau pengeluaran per tahun Rp110 juta, ini berarti Odi harus berhemat dari pengeluaran Rp15 juta per bulan menjadi Rp9 juta per bulan. Banyak ya? Iya.

Hal inilah yang membuat banyak orang ingin hidup hemat dan segera pensiun dini. Karena memang setiap uang yang kamu hemat dapat membantu kamu untuk mencapai financial independence dengan cepat.

2. Lunasi Utang Kamu

Jika kamu memiliki utang, maka segera lunasi saja. Ketika kamu melunasi utang, maka kamu akan mendapatkan dua hal secara bersamaan. Yang pertama adalah kamu bisa mengurangi pengeluaran dengan jumlah yang sama dengan pembayaran utang kamu. Dan yang kedua adalah kamu akan memiliki lebih banyak uang untuk membayar utang lainnya, jika masih ada

Sebagai contoh, kita akan menggunakan contoh nomor 2 di atas. Odi dalam satu tahun mengeluarkan Rp180 juta. Uang tersebut di antaranya untuk membayar KPR. Odi memiliki utang rumah sebesar Rp3 juta per bulan, maka per tahun Odi mengeluarkan uang sebesar Rp36 juta untuk rumah tersebut. Ketika Odi membayar lunas tagihan rumahnya tersebut, maka pengeluaran yang tadinya sebesar 180 juta akan menjadi 144 juta di tahun berikutnya.

Lumayan kan?

Tetapi, pemberi kredit KPR kadang membebankan penalti jika kita hendak melunasinya lebih cepat. Karena itu, perlu perhitungan lagi dengan saksama. Atau setidaknya, pastikan kamu enggak pernah terlambat membayar, agar tidak sampai terbebani oleh denda yang tak perlu.

Mau Bebas Finansial: Bayar Utang Dulu atau Investasi Dulu?

3. Investasikan Lebih Banyak Uang

Langkah ketiga untuk mencapai financial independence secara dini adalah dengan memperbanyak portofolio investasi kamu. Investasi bisa dikatakan ‘cukup’ ketika kamu sudah mengumpulkan setidaknya 25 kali lipat dari pengeluaran tahunan kamu.

Jumlah ini diambil berdasarkan aturan dasar yang membuktikan bahwa kamu dapat menarik sebesar 6% dari asset yang kamu miliki pada saat masa pensiun nanti tanpa mengurangi modal awal yang sudah dikeluarkan. Jangan remehkan angka 6% pada titik ini, karena angka ini merupakan angka ideal untuk kamu menikmati masa pensiun dengan nyaman. Cek tautan Instagram yang ada di atas ya.

4. Perbanyak Passive Income

Langkah terakhir untuk mencapai financial independence sejak dini adalah dengan memperbanyak pendapatan pasif pada usia dini. Karena untuk bisa mandiri secara keuangan di umur 40 hingga 50-an, kamu perlu mencari pendapatan secara maksimal pada usia 20 hingga 30-an. Pada usia yang paling produktif ini, kamu hanya perlu fokus untuk mencari uang sebanyak-banyaknya.

Dapatkan pekerjaan yang aman namun memiliki gaji besar, lalu sisihkan gaji tersebut untuk berinvestasi ataupun membeli bangunan kos-kosan agar kamu memiliki pendapatan pasif yang cukup banyak. Dengan banyaknya pendapatan pasif yang kamu miliki, maka target financial independence kamu akan semakin lebih cepat digapai.

Nah, semoga uraian ini cukup memberikan gambaran tentang financial independence ini ya.

Ayo kerja keras dan kerja cerdas! Biar segera dapat mencapai tujuan terbesar dalam hidup ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.