Kebebasan Finansial

Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua: Apa yang Harus Kamu Ketahui?

Jaminan pensiun adalah sebuah jaminan sosial yang memiliki tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan seseorang agar tetap layak untuk peserta beserta ahli waris dengan memberi penghasilan setelah usianya sudah memasuki usia pensiun, cacat total, hingga meninggal.

Salah satu bentuk perlindungan sosial untuk masyarakat Indonesia dalam hal memenuhi kebutuhan dasar ialah dengan jaminan sosial yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Perlu kamu ketahui, BPJS sendiri memiliki dua sektor, ada BPJS Kesehatan dan juga BPJS Ketenagakerjaan.

Tertulis dalam Pasal 6 ayat 2, Pasal 9 ayat 2 UU BPJS disebut bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki fungsi untuk menjalankan program:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja;
  2. Jaminan Hari Tua;
  3. Jaminan Pensiun; dan
  4. Jaminan Kematian.

Tentang Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Program Rencana Pensiun Perusahaan

Adanya jaminan hari tua ataupun jaminan pensiun sendiri memiliki tujuannya masing-masing. Terlampir di Pasal 35 ayat 2 UU SJSN,  adanya Jaminan Hari Tua memiliki tujuan bagi peserta agar dapat menerima uang tunai yang sesuai ketika memasuki usia pensiun, cacat total, hingga meninggal.

Untuk jaminan pensiun sendiri tertuang pada Pasal 39 ayat 2 UU SJSN, jaminan pensiun ini berutujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan seseorang agar tetap layak ketika peserta mengalami penurunan penghasilan pada saat memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total.

Perbedaan Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun

Setelah memahami definisi singkat dari jaminan hari tua dan jaminan masa pensiun, lalu apa perbedaan keduanya?

Begini Cara Menghitung Net Worth untuk Memastikan Progress Finansialmu Sesuai

Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan hari tua adalah manfaat yang dibayarkan kepada peserta saat memasuki usisa pensiun, meninggal, atau cacat tetap. Setiap perusahaan selain negara harus mendaftarkan diri dan pekerjanya ke dalam program JHT milik BPJS Ketenagakerjaan.

Merujuk Pasal 4 PP 46/2015, peserta yang ikut JHT adalah terdiri dari:

  1. Peserta penerima upah yang bekerja di perusaan swasta atau selain penyelenggara negara adalah:
  2. Pekerja pada perusahaan;
  3. Pekerja di perseorangan;
  4. Orang asing yang kerja di Indonesia minimal 6 bulan.
  5. Peserta bukan penerima upah adalah:
  6. Pemberi kerjal
  7. Pekerja yang di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri; dan

Manfaat dari JHT ini akan dibayarkan secara tunai ketika peserta sudah mencapai usia 56 tahun, meninggal, atau cacat tetap. Besaran uang JHT yang dibayarkan secara tunai ini tergantung dengan nilai akumulasi seluruh iuran yang sudah disetorkan dengan ditambah hasil pengembangannya yang sudah tercatat di rekening peserta.

Selain manfaat uang tunai, peserta juga akan mendapatkan beberapa manfaat lainnya seperti fasilitas pembiayaan perumahan dan manfaat lainnya.

Seseorang dalam menerima manfaat JHT ketika kondisi:

  1. Peserta sudah mencapai masa pensiun, termasuk juga ketika berhenti bekerja.
  2. Peserta mengalami cacat tetap.
  3. Peserta meninggal dunia, walaupun peserta belum mencapai usia pensiun. Manfaat JHT akan diberikan kepada ahli waris yang sah.
Menghitung Rasio Financial Independence: Sudah Mandirikah Kamu?

Jaminan Pensiun

Jaminan pensiun adalah sebuah jaminan sosial yang bertujuan untuk membuat kehidupan peserta dan/atau ahli warisnya tetap layak dengan memberikan penghasilan setelah melewati usia pensiun, cacat tetap, hingga meninggal dunia.

Manfaat yang didapatkan oleh peserta adalah sejumlah uang yang dibayar tiap bulan kepada peserta paling sedikit Rp300 ribu dan paling banyak adalah Rp3,6 juta per bulan. Besaran uang tersebut setiap tahunnya disesuaikan tergantung dengan tingkat inflasi umum dari tahun sebelumnya.

Merujuk pada Pasal 2 PP 45/2015, peserta jaminan pensiun terdiri dari:

  1. Pekerja yang bekerja di perusahaan atau pemberi kerja penyelenggara negara.
  2. Pekerja yang bekerja di perusahaan atau pemberi kerja selain penyelenggara negara.

Dan menurut Pasal 14 ayat 1 dan 2 PP 44/2015, penerima manfaat pensiun meliputi dari:

  1. Peserta.
  2. Satu orang istri atau suami yang sah sesuai dengan data tercantum.
  3. Paling banyak dua orang anak dan anak yang lahir 300 hari setelah peserta putus hubungan pernikahan maka tetap akan terdaftar dan sah sebagai penerima manfaat.
  4. Satu orang Orang Tua.

Mulai 1 Januari 2019 silam, usia pensiun dirubah menjadi 57 tahun dan akan bertambah satu tahun setiap 3 tahun berikutnya hingga mencapai usia pensiun 65 tahun. Aturan ini tertuang pada Pasar 15 ayat 2 dan 3 PP 45/2015.

Jenis Manfaat Pensiun

Ini Dia 5 Tipe Investor Dana Pensiun Menurut Penelitian Terbaru

Selain itu, manfaat pensiun juga memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah:

Pensiun Hari Tua

Manfaat pensiun hari tua ini diterima oleh peserta ketika sudah mencapai usia pensiun dan sudah memiliki masa iuran paling singkat 15 tahu atau setara dengan 180 bulan.

Pensiun Cacat

Manfaat dari pensiun cacat diterima oleh peserta ketika mengalami cacat total sebelum mencapai usia pensiun. Penatapan cacat total ini tentu dibarengi dengan keterangan dokter penasihat, dokter yang merawat, dan/atau dokter pemeriksa.

Pensiun Janda atau Duda

Manfaat dari pensiun janda atau duda diterima oleh istri atau suami dari peserta ketika peserta meninggal dunia. Besaran dana pensiun yang diterima dihitung dari:

  1. 50% dari dana pensiun, untuk peserta yang meninggal sebelum mendapat manfaat.
  2. 50% dari dana pensiun hari tua atau pensiun cacat, untuk peserta yang meninggal dunia sesudah menerima manfaat pensiun.

Pensiun Anak

Manfaat ini diterima oleh anak ketika:

  1. Peserta yang meninggal tidak memiliki istri atau suami.
  2. Janda atau duda dari peserta meninggal dunia atau sudah menikah lagi.

Besaran manfaat yang diterima anak dihitung dari:

  1. 50% dari formula manfaat, bagi peserta yang wafat sebelum menerima dana dan tidak ada janda atau duda.
  2. 50% dari manfaat pensiun hari tua atau manfaat pensiun cacat, untuk peserta yang meninggal sesudah menerima manfaat pensiun dan tidak memiliki janda atau duda.
  3. 50% dari manfaat pensiun penisun janda atau duda, untuk janda atau duda yang meninggal dunia maupun menikah lagi.

Pensiun Orang Tua

Manfaat pensiun yang terakhir adalah untuk orang tua ketika peserta meninggal dunia dan tidak memiliki istri, suami, ataupun anak. Besaran manfaat yang diterima dihitung dari:

  1. 20% dari manfaat pensiun, untuk peserta yang meninggal dunia sebelum menerima manfaat pensiun.
  2. 20% dari manfaat pensiun hari tua atau pensiun cacat, untuk peserta yang meninggal sesudah menerima manfaat pensiun.

Merujuk Pasal 24 ayat 1 PP 45/2015,peserta yang sudah mencapai usia pensiun namun belum memiliki masa iuran 15 tahun, maka peserta tetap berhak mendapatkan seluruh akumulasi iusannya dengan ditambah hasil pengembangan.

Kesimpulan

Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua: Apa yang Harus Kamu Ketahui?

Setelah mengetahui garis besar perbedaan dari jaminan hari tua dan jaminan pensiun ini maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa:

Perbedaan JHT dan Jaminan Pensiun
JHTJAMINAN PENSIUN
TUJUAN
Menjamin peserta menerima dana pensiun ketika memasuki usia pensiun, mengalami cacat total, hingga meninggal.Mempertahankan kehidupan yang layak untuk peserta atau ahli waris dengan penghasilan ketika sudah memasuki usia pensiun mengalami cacat total, hingga meninggal.
PESERTA
Peserta JHT terdiri dari :
1. Pekerja di Perusahaan.
2. Pekerja di Perseorangan.
3. WNA yang bekerja di Indonesia minimal 6 bulan.

Peserta bukan penerima upah adalah:
1. Pemberi Kerja.
2. Pekerja di luar hubungan kerja.
3. Pekerja yang tidak termasuk di luar hubungan kerja.
Peserta jaminan pensiun adalah:
1. Pekerja yang bekerja di perusahaan Negara.
2. Pekerja yang bekerja di perusahaan selain Negara.

Penerima Manfaat:
1. Peserta.
2. Satu orang istri atau suami sah.
3. Paling banyak dua orang anak.
4. Satu orang tua.
MANFAAT
Manfaat yang diterima oleh peserja JHT adalah uang tunai yang dibayar ketika peserta sudah mencapai usia 56 tahun, meninggal, atau mengalami kecacatan total.
Peserta juga mendapat manfaat berupa fasilitas pembiayaan perumahan.
Manfaat Pensiun terdiri dari:
1. Pensiun hari tua.
2. Pensiun cacat.
3. Pensiun Janda atau Duda.
4. Pensiun anak.
5. Pensiun orang tua.
PEMBAYARAN
Besaran manfaat JHT dibayarkan secara langsung dan sekaligusManfaat yang didapat berupa uang tunai yang dibayarkan setiap bulan dan jumlahnya tergantung dengan tingkat inflasi

Nah, semoga bermanfaat ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.