Kebebasan Finansial

Cara Meraih Kebebasan Finansial di Usia Muda Ala Slave Berdasi

Sejak kecil penulis tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya sebagai tujuan. Namun seiring berjalannya waktu, menghadapi kenyataan pedihnya menjadi kuli kampret 🤪🤪,  membuat penulis mulai berpikir untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan.

Mendapatkankan lebih banyak bukan untuk menjadi kaya, tapi untuk mendapatkan kebebebasan. Kebebasan finansial di usia muda, siapa yang tidak mau?

Dengan memiliki kebebasan finansial, penulis menjadi memiliki kebebasan, memilih apa yang penulis inginkan ( beraat niih beraaaat 😆 ).

Untuk mendapatkan itu, penulis merasa perlu untuk membuat perencanaan yang lebih matang dan terukur. Positifnya dengan background penulis di finance & investment, membuat perencanaan keuangan menjadi lebih mudah, walaupun itu baru 5% jalan hehehe.

Motivasi Memiliki Kebebasan Finansial di Usia Muda

Ketika penulis menjalankan pekerjaan yang penulis kurang sukai, penulis menjadi sadar betapa lemahnya posisi di sana. Suka tidak suka penulis harus tetap kerja, dapur wajib ngebul gan =P

Karena kondisi yang powerless seperti inilah yang semakin memotivasi penulis untuk meraih kebebasan dan tidak ingin kondisi yang powerless ini kembali terjadi di masa depan (nay! nay! nay!). Untuk itu, jawaban yang diperlukan adalah meraih kebebasan finansial di usia muda.

say yes to kebebasan finansial di masa muda

Bukan di usia 60 tahun ketika penulis sudah tidak bisa apa–apa lagi, tapi kebebasan finansial di usia muda, paling tua 45 tahunlaah hehehe. Memang semua itu gak gampang ya, paling gak, butuh juga perubahan cara pandang dalam merencanakan masa depan ini nih. Plus perlu juga  yang namanya perencanaan dan strategi investasi yang tepat juga, seperti yang penulis sebutkan di awal.

Ya syukur alhamdulilah kalau penulis mendapatkan rejeki nomplok bisa pensiun muda secepatnya. Tapi kalau tidak, perencanaan yang matanglah, yang dapat membantu penulis lebih dekat dengan impian tersebut.

Kebebasan Finansial di Usia Muda Tidak Lagi Menjadi Pilihan, Melainkan Kewajiban!

Penulis bukannya tidak suka akan bekerja, penulis sangat mencintai dunia ekonomi/investasi, kerap mempelajarinya sendiri di manapun, kapanpun. Namun menjalani kehidupan kerja 8–5 yang terus berulang–ulang, lama kelamaan terasa melelahkan.

Dalam praktiknya bahkan jam kerja lebih panjang dari itu. Jarang ada karyawan yang pulang tepat waktu pukul 5. Apabila pulang tenggo dibiasakan, bersiaplah menghadapi nada nyinyiran dari rekan–rekan kerja (beraaat cyiiin 😭😭)

Namun ternyata nada nyinyir itu adalah hal yang lazim. Teman penulis orang Jepang mengatakan pulang tenggo di negaranya adalah hal yang cukup mustahil. Nyinyirnya di sini lebiih keraas katanya =P .

Walaupun jatah cuti, di sana setahun bisa 25 hari, namun prakteknya hanya sedikit sekali yang bisa dipakai. Ambil cuti panjang, bisa–bisa pas balik kerja, kursinya sudah tidak ada 😵😵.

Lelah menjalani pressure dunia kerja yang begitu tinggi, jam kerja yang mendekati kerja rodi di negara sendiri, dan membuatnya merasa kehilangan gairah hidup. Teman penulis memutuskan berhenti kerja untuk sesaat di usia 34 tahun dan melakukan perjalanan keliling dunia selama satu tahun.

meraih kebebasan finansial di usia muda

Ini Orangnya 😉

Dia ingin melihat dunia. Merasakan hidup yang lebih hidup 😉

Pilihan yang ia lakukan cukup menginspirasi penulis untuk melakukan hal yang sama. Ambisius berkarir, carmuk sana carmuk sini, bukanlah kehidupan yang penulis inginkan.

Untuk melepaskan diri dari kehidupan corporate life, rat life, penulis merasa perlu untuk memiliki 2 hal.

Yang pertama adalah kemampuan memiliki penghasilan secara independen.

Yang kedua memiliki kebebasan finansial.

Dengan bertemu berbagai orang dari penjuru dunia, semakin mengubah cara berpikir penulis. Semakin tidak takut menjadi berbeda dari cari berpikir orang kita pada umumnya.

Tooh yang umum di sini, ternyata malah sering menjadi aneh dan tidak lazim di luar 😉

Dan yang paling penting, membuat penulis semakin tahu apa yang penulis mau…

Kebebasan finansial di usia muda bukan lagi pilihan, namun kewajiban yang harus penulis realisasikan.

I don’t have to life on someone else’s shoes, i live my way.

2 Hal Utama yang Dilakukan Untuk Mencapai Kebebasan Finansial di Usia Muda

1. Mengontrol Pengeluaran Yang Berlebihan

Langkah pertama yang penulis lakukan untuk mencapai goal tersebut adalah mengevaluasi kembali gaya hidup penulis.

Balik lagi yaa, kalau memang tidak ada rejeki durian runtuh, maka penulis berusaha mengoptimalkan apa yang penulis miliki saat ini, realistis cuy.

Bukan berarti penulis ingin hidup menjadi biksu looh. Tidak dengan cara berhenti melakukan kebiasaan traveling dan makan nasi+tempe setiap hari. Penulis menginginkan kebebasan finansial di usia muda, bukan mati muda 😝😝

Setiap orang memiliki lifestyle sendiri, boros itu relatif, dan bukan pada tempatnya penulis untuk menjudge gaya hidup orang lain.

Namun ketika menilai lifestyle penulis, maka boros adalah absolut !!!

Optimalisasi Pada Pengeluaran (Baca: Mengurangi yang Gak Penting)

Hal–hal  kecil yang penulis sadar luar biasa boros misalnya, sejak kerja di perusahaan saat ini, penulis kerap ngopi di starbuck, itu bisa 2x bahkan 3x sehari!!!

Oklah penulis mix dengan kopi lainnya yang beberapa lebih murah, maka penulis menghabiskan 3 -4 juta sebulan!! Gileee!!!

I know it’s sound so stupid!!

Makanya kebiasaan konsumtif tidak pada tempatnya seperti ini penulis mulai kurangi.

Setelah penulis hitung–hitung, apabila dilakukan optimalisasi pada beberapa hal penulis bisa mengurangi pengeluaran tidak perlu sebesar  4–5 juta.

Itu sama dengan 60 juta setahuuun!!

Cukup buat penulis jalan–jalan ke Amerika Latiiin (kalo traveling siih teteeep hohoho)

Tooh kebiasaan boros penulis untuk ngopi dan makan, tidak melulu karena penulis menyukainya, tapi karena kebiasaan saja. Again, stupid…

Dengan mengurangi pengeluaran di hal-hal gak penting seperti ngopi kekinian ini, penulis menambah tabungan 50–60 juta setahun. Tentu saja sangat berarti.

Apalagi kalau kita multiplierkan dengan keuntungan investasi kita setelah bertahun tahun.

2. Hitung Berapa Budget Impian

Setiap orang memiliki angka impiannya sendiri untuk berani mengambil langkah pensiun.

Dalam hal ini, penulis menetapkan angka 7 miliar rupiah adalah angka minimal yang penulis butuhkan. Setidaknya untuk merasa sudah mendapatkan kebebasan finansial di usia muda.

Lalu bagaimanakah cara mencapai magic number tersebut dengan hitungan yang masuk akal?

Untuk melakukan hitung–hitungan tersebut penulis menggunakan kalkulator yang penulis buat di halaman exit plan.

Dari tabel yang tersedia penulis tentukan menyisihkan investasi sebesar 5 juta setiap bulannya. Setiap tahun dana yang disisihkan untuk investasi tersebut ditingkatkan 10%.

Sementara terdapat juga dana investasi dari BPJS sebesar 4% dari gaji penulis sebagai karyawan. Serta, terakhir penulis memasukkan angka investasi yang sudah dimiliki saat ini, yaitu sebesar 100 juta.

Best & Worst Scenario

Penulis mengasumsikan investasi ini bertumbuh 23% setiap tahun. Dari investasi ini penulis dapatkan dalam 12 tahun, di usia 45 diperoleh hasil investasi menjadi 7,1 miliar.

Ini adalah Best Scenario untuk kebebasan finansial di usia muda.

Untuk Worst case scenario, pahit–pahit investasi yang didapat tumbuh hanya sedikit sekali, maka yang terkumpul adalah 2,3 miliar.

Tantangan terbesar ada pada asumsi pertumbuhan investasi sebesar 23% setiap tahun selama 12 tahun.

Memang kalau dirata–rata dalam 5 tahun terakhir, pertumbuhan investasi penulis di atas 30% setahunnya (Ini murni skill gan 😎).

Namun bila berbicara waktu investasi untuk 12 tahun maka ini menjadi tantangan besar.

Sementara asumsi dana yang disisihkan untuk investasi ditingkatkan 10% setiap tahun itu cukup masuk akal. Dengan rata–rata gaji naik 4-8% setiap tahun, belum termasuk promosi atau pindah kerja, maka asumsi tersebut masuk akal.

Dari hitungan ini penulis dapatkan dengan kemungkinan yang masuk akal penulis dapat mencapai budget impian 7 miliar adalah diu sia 45 tahun, menggapai kebebasan finansial di usia muda.

ilustrasi investasi untuk kebebasan finansial di usia muda

Dijamin penulis masih jauh lebih miskin dari ilustrasi diatas 😭 😭

Well, ga muda–muda amat memang, tapi bila berbicara kebebasan finansial, dan dimulai dari 0 (penulis bukan anak orang kaya cyin =P), usia 45 tahun masih tergolong muda.

Ingat ini adalah dana dari hasil investasi yaa, aset yang likuid.

Jangan samakan dengan rumah yang kita tinggali. Mungkin total aset kita lebih dari 7 miliar beserta rumah. Tapi biar bagaimanapun kan rumah itu harus kita tinggali.

Kecuali kalau rumaahnya kegedeaan, nanti pas pensiun dijual terus beli yang kecilan, maka bolehlah dimasukkan sebagai aset investasi.

Ketahui asumsi keuntungan investasi dari halaman historikal investasi

Ga Ketiban Durian Runtuh, Ga Matii!!

Pastinya semua orang kere termasuk penulis mempunyai mimpi ketiban durian runtuh, mendapatkan rejeki nomplok, entah dari mana datangnya.

Namun setelah bekerja bertahun-tahun, durian itu masih belum juga datang, dan penulis sudah semakin tua.

Waktu mengajarkan penulis menjadi realistis, mungkin durian itu tidak akan pernah datang..

Namun itu tidak membuat penulis menyerah. Sebagai gantinya penulis tanam sendiri pohon durian ini. memang tidak akan memberikan hasil instan, membutuhkan perjuangan dan kesabaran.

Kebebasan finansial di usia muda bukan lagi mimpi siang bolong seperti yang penulis sudah lakukan puluhan tahun lamanya. Namun merupakan tujuan hidup yang dibangun perlahan-lahan hingga menjadi besar.

Ga ada durian runtuh, ga matii!!!

*Apabila ada pertanyaan atau mau update terbaru dari slaveberdasi contact langsung saja di twitter @slaveberdasi , facebook slaveberdasi ,dan email di slaveberdasi@gmail.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.