Kebebasan Finansial

80% Rule: Berapa Biaya Hidup yang Dibutuhkan di Masa Pensiun?

Berapa biaya hidup yang dibutuhkan di masa pensiun? Pertanyaan tersebut mungkin sering terlontar dalam pikiran kamu saat ini, kalau sudah tua bagaimana yah? Biaya pas tua nanti dari mana yah? Kalau dipikirin terus menerus bikin pusing kepala barbie.

Namun berpikir jauh ke depan seperti itu memang sangat penting untuk dilakukan. Walaupun memang kita tidak tahu ke depan akan bagaimana dan seperti apa, namun mempersiapkan diri adalah sesuatu yang tidak salah. Untuk mengetahui biaya hidup yang kamu butuhkan saat masa pensiun tiba, kamu bisa menggunakan 80% rule, atau aturan 80 persen.

Mungkin kamu pernah mendengar tentang aturan yang satu ini, aturan ini akan membantu kamu dalam mempersiapkan tabungan atau uang di masa pensiun nanti. Untuk mengetahui lebih jelas terkait aturan 80 persen, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu 80% Rule?

Pengeluaran Uang di Masa Pensiun Lebih Sedikit? Yakin?

80% rule atau aturan 80 persen adalah sebuah pedoman umum yang sering disebut dan digunakan oleh para penabung. Yaps, bisa dibilang aturan ini memang dihadirkan untuk seseorang yang ingin menyiapkan sejumlah uang tabungan agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di masa pensiun nanti.

Ingat kan ya, bahwa kita tidak akan produktif lagi saat kita sudah pensiun. Dengan demikian, gimana caranya, kita harus tetap punya bekal hidup meski tanpa perlu bekerja. Untuk lebih jelasnya, apabila kamu dapat menghasilkan uang sebanyak Rp100 juta per tahun saat bekerja, maka dengan aturan 80 persen ini kamu membutuhkan penghasilan Rp80 juta per tahun ketika pensiun agar bisa living the life yang tidak terlalu drastis ketimbang saat masih berpenghasilan Rp100 juta.

Bagaimana caranya?

Tentu saja banyak yang bertanya begitu kan? Dari mana uang Rp 80 juta itu berasal jika kita sudah pensiun dan tidak bekerja?

Hal ini bisa dicapai jika kamu punya rencana pensiun yang matang. Kamu sudah punya amunisi yang kamu kumpulkan dari beberapa aset, misalnya saja saham, reksa dana, deposito bank, dan banyak lainnya, yang sudah kamu bangun saat masih produktif bekerja.

Nah, mari kita bahas secara teori terkait aturan 80 persen ini.

Dari Mana Angka 80 Persen Ini Datang?

Merencanakan Dana Pensiun, Jangan Sampai Melakukan 9 Kesalahan Ini!

Teori di balik lahirnya angka 80% ini adalah dari rasa khawatir seseorang akan biaya hidup saat masa pensiun tiba. Sudah pasti, ada beberapa hal yang memakan biaya lebih mahal, dan ada beberapa juga yang biayanya lebih murah. Dari kekhawatiran tersebut, maka dibuatlah teori 80 persen ini untuk memberi pencerahan bagi banyak orang yang memiliki keresahan yang sama.

Lalu, saat masa pensiun nanti, hal apa saja yang membutuhkan biaya lebih mahal dan juga murah?

Beberapa Beban Biaya yang Lebih Murah atau Rendah Saat Masa Pensiun

  1. Di masa pensiun nanti, kamu pasti sudah melunasi kredit rumah kamu. Maka dari itu, saat masa pensiun nanti kamu seharusnya sudah nggak pusing memikirkan biaya kredit rumah lagi. Terkecuali, cicilan rumah kamu belum lunas saat masa pensiun datang, nah, ini bakalan jadi PR banget.
  2. Di masa pensiun, kamu sudah tidak perlu memikirkan biaya anak-anak, mulai dari pendidikan, dan lain-lain. Seharusnya, anak sudah tumbuh dewasa dan memiliki kehidupannya masing-masing.
  3. Di masa pensiun, kamu akan masuk ke dalam kelompok yang memiliki pajak pendapatan yang rendah.
  4. Karena kamu sudah tidak bekerja lagi saat masa pensiun datang, maka seharusnya kamu akan lebih berhemat dalam pengeluaran makan di luar.
  5. Ketika kamu tidak bekerja lagi, maka kamu juga bisa menekan dan berhemat untuk biaya transportasi.
  6. Kamu juga akan berhemat dalam hal membeli pakaian dan juga pembayaran jasa cuci baju.
alternatif investasi saat bunga deposito turun

Beberapa Beban Biaya yang Lebih Mahal atau Tinggi Saat Masa Pensiun

  1. Saat kamu sudah pensiun, biaya untuk pemeliharaan rumah, asuransi, dan juga pajak properti bisa jadi lebih besar.
  2. Kamu juga akan membayar lebih tinggi untuk asuransi mobil yang kamu miliki selama masa pensiun, jika kamu masih punya mobil.
  3. Tagihan listrik rumah kamu akan semakin besar dan tinggi, karena selama masa pensiun kamu akan menghabiskan banyak waktu di dalam rumah.
  4. Biaya pengobatan juga akan naik saat masa pensiun kamu tiba, maka biaya berobat pun perlu kamu siapkan lebih banyak.

Setelah mengetahui dua kondisi di atas, maka kamu perlu memperhitungkan dan juga mengasumsikan bahwa kamu perlu setidaknya 80% pendapatan kamu saat bekerja untuk dapat bertahan di masa pensiun nanti.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa aturan 80 persen ini adalah cara yang tidak selalu sesuai untuk dilakukan oleh semua orang. Maka dari itu, mari kita buat aturan yang mungkin lebih baik lagi untuk digunakan oleh banyak orang.

Gimana tuh?

Membuat Aturan 80 Persen Lebih Baik

Aturan atau pedoman memang tidak semuanya sempurna, pasti ada yang tidak cocok dengan aturan yang ada. So, dari aturan 80 persen yang asli, ada beberapa orang yang telah memodifikasinya. Seperti apa misalnya? Barangkali modifikasi ini lebih sesuai untukmu.

80% Rule: Berapa Biaya Hidup yang Dibutuhkan di Masa Pensiun?

1. Gunakan Beban (Expense) Bukan Pendapatan

Menghitung kebutuhan hidup di masa pensiun berdasarkan income atau pendapatan pribadi kamu saat ini kadang jadinya malah kurang cocok. Mengapa? Karena ada beberapa orang yang dapat menghasilkan pendapatan lebih dari yang mereka butuhkan.

Sebut saja Bill Gates. Si Founder Microsoft tersebut nggak perlu menggunakan aturan 80% ini, karena pendapatannya sendiri lebih besar daripada kebutuhannya.

Ada juga beberapa orang lainnya membelanjakan sesuatu yang melebihi dari pendapatanya. Dan inilah yang masih sering dilakukan oleh kita saat ini. Ini pastinya nggak sehat, lantaran jumlah uang yang kamu butuhkan saat pensiun sangat bergantung pada pengeluaran kamu saat ini, bukan pendapatan kamu saat ini.

2. Pajak

Pastikan kamu perlu menghitung pajak tahunan kamu ke dalam daftar pengeluaran kamu. Karena saat masa pensiun tiba, pajak penghasilan akan tetap ada dan tidak akan hilang. Misalnya saja, apabila kamu memiliki sumber pendapatan lain atau pendapatan pasif seperti sewa kos atau hal lainnya, kamu akan tetap harus membayar pajak.

Untuk biaya pajaknya sendiri tentu saja tergantung dengan pendapatan yang kamu. Jadi, masukkan variabel ini dalam perhitunganmu ya. Jangan lupa.

Kesimpulan

Pada intinya, aturan 80 persen ini adalah langkah yang baik untuk membantu kamu merancang dan membangun pendapatan sehingga kamu bisa melihat apakah beban hidup saat masa pensiun sudah tercukupi atau belum.

Dalam perhitungannya, tentu setiap individu memiliki hasil yang berbeda satu sama lainnya. Maka, ada baiknya menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Berhematlah, dan evaluasi secara berkala.

Dan, oh iya, jangan lupakan juga untuk menghitung inflasi. Karena mungkin, kamu akan membutuhkan lebih dari 80%.

Well, setidaknya, saat ini kamu sudah mengetahui bahwa ada 80% rule ini yang bisa membantumu untuk menghitung kebutuhan di masa pensiun nanti. Berinvestasilah dan menabunglah, sehingga tabungan pensiun kamu dapat menghasilkan jumlah yang tepat dan cukup untuk menutupi pengeluaran kamu kelak.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.