Equity

Tetap Objektif Ketika Saham Turun

Dalam beberapa bulan terakhir, bahkan bisa dibilang beberapa tahun terakhir, kita menghadapi situasi yang tidak mudah sebagai investor saham, periode saham turun. Baru juga ngarep – ngarep 2020 bakal cerah, eeh mulai lagi saham turun, dari cerita perang laah, virus corona laah, ampe kisruh dalam negeri. Tapi sebagai investor pemenang gue percaya there’s light at the end of tunnel ( entah tunnel yang mana 🙈  )

saham turun

Menjalani Saham Turun hari demi hari

Menjalani hari ini turun..ok laah kita naikkin cash, nanti ketika sudah lebih pasti baru belanja lagi..

lalu setelahnya 3 hari berturut turut indeksnya naik..

should i wait any longer ? will i loose the train ?? karena dari pengalaman yang namanya ketinggalan kereta itu merupakan harga yang sangat mahaal..

Ok then kita buyback lagi..  terus yang terjadi ketika re-enter the market, mulai deh saham turun lagi..

Okelah sepertinya sudah jelas tooh, infeksi baru corona nya sudah mulai turun. Belum terlalu lama, saham turun diawali karena khawatir perang as – iran, dan semua orang saat ini sudah lupa

Tahu-kah kamu dari awal isu perang dunia ketiga karena as – iran sampe terjadi corona, dan saat ini masalah infeksi virus corona terlihat mulai peaking dengan jumlah tertular baru yang mulai menurun membutuhkan waktu berapa lama ?

Yes, ga nyampe 2 bulan !!

That’s my poin, karena kita menjalaninya hari demi hari, yang kita alami terasa begitu panjang.. Padahal berdasarkan pengalaman gue pribadi juga dimarket, koreksi biasa paling banter itu cuma 3 bulanan, lalu dilanjutkan fase market flat, low volum untuk beberapa lama, dan perlahan – lahan mulai naik lagi

Dulu gue pernah bikin itung2an untuk saham jatuh kembali kelevel semula, biasa dibutuhkan waktu 3x lebih lama. Jadi apabila saham turun sampai mencapai titik lowestnya butuh waktu 3 bulan. Maka untuk kembali kelevel highnya sebelum turun butuh waktu 3x lebih lama yaitu 9 bulan

Padahal historically speaking saham turun itu sangat cepet, tapi kenapa kita berasanya sangat lama yaaak ?

Yaah ini psychology question yaang gue sendiri juga merasakan berat dalam menjalaninya sehari hari.. yailaah duiiit gue ilaang gitooh,

saham ihsg turun

Lalu biasa apa yang gue jalanin kalo terlanjur nyangkut saham turun ?

  1. Tutup mata !!! gue menjadi ga terlalu memperhatikan porto, bikin pusing liatnya kalo lagi berdarah – darah soalnya.. less intensity yaa, bukan berarti gue ga tau sama sekali
  2. Langkah kedua adalah kesempatan untuk switching – switching kesaham yang gue nilai fundamentally dan potentially lebih baik dari saham yang gue punya sekarang

Kan sangat mungkin terjadi saham yang bagus malah yang turun lebih banyak, karena investor memandang sama rata, sell Indonesia stock!! dan kebetulan semuanya posisi disaham tersebut

Dari pengalaman gue pribadi, apabila isi portonya bagus – bagus, maka ketika saham turun jangan terlalu khawatir, karena ketika saham naik kembali, saham – saham tersebut most likely akan naik kembali seperti sebelumnya, bahkan menjadi lebih tinggi

Tapi ingat yaa, pahami saham yang kalian invest.. Kalau investnya ke sektor saham komoditi, dan ketika IHSG rebound tapi harga komoditi tetap turun, yaa jangan harap sahamnya ikut naik.. Selalu kembali pada underlying yang mendasari nilai suatu perusahaan. Tentang sektor IHSG dapat dibaca pada sektor saham IHSG

Untuk kasus saham turun saat ini masalahnya bukan hanya karena turun, tapi saham ga kemana – mana dalam 3 tahun terakhir, lebih untung deposito, makanya jadi berasa sangat pahit.. Berdasarkan hitungan gue sejak tahun 2002, saat ini adalah rata2 return terendah dalam berinvestasi disaham untuk periode 3 tahun, what a shame !!

return saham 3 tahun

Ditambah menurut gue masalah lebih berat bukan virus corona, tapi virus jiwasraya!! Sekarang menjadi bola salju yang semakin besar, berbagai lembaga keuangan pada diperiksain OJK yang sedang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir.. biasalah yang atas gencet bawah, yang bawah gencet lagi yang lebih dibawah, jadilah semua gepeng 😝

Investor retail pun pada panik, rush duit investasi disana sini yang membuat kesimbangan cash flow beberapa perusahaan menjadi bermasalah, yang pada akhirnya membuat IHSG menjadi kekurangan darah, animal spirits nya ilaang

Kalo ditanya sampe kapan, gue ga tau, tapi ga sampai menahunlaaah efeknya kesaham, kita ikutin saja serial dramanya bakal sampe mana..

Pada akhirnya..

Sering Kali ketika saham turun kita melebih – lebihkan apa yang kita rasakan. Padahal apabila ketika kondisi tersebut telah lewat dan kita menengok kebelakang, kondisi yang terjadi sebenarnya tidak seberat itu. Sering kali hanya koreksi kecil sesaat yang dengan mudahnya terlupakan

Tidak ada yang salah, karena yang invest itu kan kita, manusia. Kita punya perasaan, dan sudah sewajarnya kita membenci kekalahan, dan menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian. Makanya dalam investasi ketidakpastian itu dinamakan faktor risiko, faktor yang ditakuti dan dihindari ( that’s why orang demennya cari yang fixed return kan =P )

Namun sebagai investor pemenang, teruslah berusaha objektif dalam kondisi yang tidak mudah dan penuh subjektivitas. Akan selalu ada periode saham turun dari waktu kewaktu, itu merupakan bagian dari investasi. Sepanjang investasi pilihan kita merupakan perusahaan dengan kualitas baik, dan juga sudah kita diversifikasikan cukup baik, maka pada waktunya, saham tersebut akan pulih dan naik lebih tinggi dari sebelumnya

Bukan tidak mungkin periode yang akan kita hadapi kedepan justru kembali pada era golden period bila kita lihat trennya pada chart diatas 😉

 

 

 

 

No Responses

  1. Pingback: Membahas Investasi Di Masa Pandemi June 20, 2020

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.