Equity

Ayo, Review Portofolio Investasimu sebagai Bagian dari Resolusi Investasi 2021!

Selamat tahun baru! Apa kabar portofolio investasi kalian di akhir tahun sampai awal tahun ini? Sebagian kelihatannya udah mulai senyum-senyum, karena portofolionya sudah pulih—bahkan mungkin sudah cuan, karena terjadinya rally kemarin ya?

Jadi, apa rencana investasi kalian untuk tahun ini? Ada yang baru masuk ke watchlist?

Yah, memang. Akhir tahun dan awal tahun biasanya memang terjadi Santa Claus Rally dan January Effect. Buat kalian, para investor yang sudah cukup “senior”, pasti sudah aware.Tapi, lepas dari itu, kira-kira akan seperti apa atmosfer investasi di tahun 2021 ya? Setelah 2020 yang begitu brutal?

Bagaimana dengan resolusi tahun baru kalian, khususnya untuk investasi?

Iklim Investasi di 2021

Ayo, Review Portofolio Investasimu sebagai Bagian dari Resolusi Investasi 2021!

Sebenarnya sih penginnya ya mengajak kalian untuk selalu optimis. Tapi, terlalu optimis itu juga kurang baik. Pasalnya, bisa bikin kita hilang kewaspadaan. Betul nggak? Karenanya, mari kita tetap realistis.
Realistis. Bukan pesimis ya.

Sinyal pemulihan ekonomi memang sudah kentara di Q4 tahun 2020 kemarin. Di akhir dan awal tahun, bahkan IHSG juga sudah mampu melampaui angka psikologis di titik Rp6.100.

Namun, sebaiknya sih kita harus tetap waspada.

Bahkan investor senior semacam Warren Buffett pun masih belum tahu apa yang akan terjadi di tahun 2021 ini, meskipun saat ini vaksin corona sudah mulai beredar.

Ini belum waktunya bersenang-senang, setidaknya di sepanjang tahun 2021. Meskipun bahwa di hari pertama bursa beroperasi lagi di tahun 2021, IHSG mampu ditutup di titik Rp6.104. Tapi bagaimanapun, hal-hal seperti munculnya varian baru virus corona yang bermutasi juga masih sempat menggoyang bursa tempo hari kan?

Lagi pula, tidak ada yang bisa menjamin, kapan pandemic ini akan benar-benar berakhir. Kalau dipikir-pikir, virus flu atau polio pun sampai sekarang ya masih ada kan?

So, gimana nih?

Pastinya kita enggak akan berhenti investasi kan, meskipun bahkan seorang Warren Buffett saja menyiratkan akan ketidakpastian situasi pasar modal di tahun 2021 ini? Iya, terutama buat kalian, para investor jangka panjang. Pasalnya, masa pensiun juga enggak bisa ditunda. Tetep aja jalan. Begitu juga dengan tujuan finansial lainnya. Dana rumah, dana pendidikan anak, et cetera et cetera juga tetap harus dipenuhi.

Portofolio investasi harus tetap dikelola dengan baik.

Pengembangan Portofolio Investasi di Tahun 2021

Ayo, Review Portofolio Investasimu sebagai Bagian dari Resolusi Investasi 2021!

Tujuan dan Waktu

Mungkin di tahun ini, ada beberapa tujuan finansial yang seharusnya dipenuhi. Kalau iya, maka amankan dulu portofolio investasi kalian, dengan memindahkan dana dari instrumen investasi dengan risiko tinggi ke instrumen rendah risiko yang likuid.

Let’s see, mungkin yang mau dipakai untuk biaya sekolah di tahun ajaran baru nanti? Mau dipakai untuk DP rumah?

Perhatikan horizon waktunya.

Namun, buat kalian yang baru mulai investasi—terutama investasi saham—maka akan lebih baik jika memperpanjang horizon waktu investasi kalian. Jangan hanya memproyeksi keuntungan selama 12 bulan saja. Alih-alih hitungan bulanan, buatlah rencana untuk hitungan dekade. Yes, 10 tahunan.

tips memilih manajer investasi yang tepat untuk reksadana

Strategi defensif

Bukan rahasia lagi, bahwa pada tahun 2020, pasar modal serasa jungkir balik. Ibaratnya, kita diajak naik roller coaster.

Meski tren optimisme bisa mengawali tahun 2020, tetapi yang namanya penurunan grafik adalah keniscayaan dalam pasar modal yang sampai sekarang masih sangat sensitif terhadap berita terkait isu virus corona.
Menerapkan strategi defensif dapat mengurangi volatilitas portofolio investasi kalian, sambil tetap berikan apresiasi modal jangka panjang.

Apa itu strategi defensif?

Yaitu metode investasi konservatif dengan fokus meminimalkan risiko untuk mengelola portofolio investasi. Metode ini akan butuh rebalancing secara simultan dan berkesinambungan dari kalian sebagai investornya, agar alokasi aset yang ditargetkan bisa bertahan.

Ini adalah kebalikan dari strategi investasi agresif, yang berfokus pada pengambilan keuntungan sebanyak-banyaknya dalam tempo jang sesingkat-singkatnja, dengan mengambil instrumen risiko dan volatilitas tinggi.

Jika kalian memang “diharuskan” untuk menambah variasi portofolio investasi saham, maka lakukanlah analisis fundamental yang menyeluruh terhadap saham sasaran. Akan lebih baik jika kamu bisa memilih saham dari perusahaan yang memang punya strategi survival krisis yang nyata, dari sektor industri yang juga tahan banting.

investor konservatif anti rugi

Keep it simple and sweet

Berinvestasi bisa menjadi proses yang time consuming. Ya gimana enggak kan? Paling enggak, kita harus menunggu sampai bisa memanen “benih” yang disebar, dan waktu memanen ini kadang enggak hanya bulanan tetapi decades! Iya, seperti yang sudah disebutkan di poin pertama di atas.

Misalnya nih. Kalian terlalu kewalahan harus mantengin harga saham yang berfluktuasi (meskipun kalau kalian jadi investor untuk jangka panjang, harusnya nggak perlu juga sih mantengin tiap hari begini), maka kalian bisa mencoba memperluas portofolio investasi di reksa dana indeks.

Apa itu reksa dana indeks?

Reksa Dana Indeks (Index Fund) adalah reksa dana dengan portofolio investasi mengacu kepada suatu indeks tertentu, misalnya indeks saham ataupun indeks obligasi.

Reksa dana indeks mengambil strategi investasi pasif, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan tingkat return yang setara dengan return indeks yang diikuti.

Prinsip inilah yang membedakan reksa dana indeks dengan reksa dana konvensional, yang metodenya hendak “menyaingi” indeks acuan dengan strategi investasi aktif.

Dengan “mengikuti” indeks tertentu, maka kita tinggal monitor saja sih, dan tentunya tetap berpedoman pada tujuan dan horizon waktu yang sudah ditentukan.

Simple and sweet kan?

Value Investing
Suka duka menjadi value investor

Tetap amankan proteksi, dana darurat, dan jumlah uang cash yang cukup

Yep, mau investasi, sudah pasti harus diiringi dengan pengamanan jalurnya. Ibarat mau jalan-jalan, kita menentukan tujuan (baca: tujuan finansial), lalu menentukan kendaraan (baca: instrumen investasi), cek waktu tempuh, dan terus tancap gas, ya kita jangan lupa pasang seat belt.
Mengapa? Demi keselamatan untuk sampai di tujuan.

Portofolio investasi sudah dicek, sudah punya rencana pengembangannya, jangan lupa untuk amankan dana darurat dan juga miliki asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Bukan untuk menghilangkan risiko, karena yang namanya risiko mah akan selalu ada. Tetapi seenggaknya, kalau mesti jatuh, sakitnya enggak seberapa.

Apalagi di tahun 2021 yang belum pasti akan seperti apa. Pasar modal bisa saja tetap bullish, tetapi bisa saja bearish.

Pertama, memiliki cadangan uang tunai yang cukup akan membantu kalian menghindari keharusan untuk mencairkan investasi saat ada kebutuhan. Kedua, kalau ndilalah saham pada diskon lagi, kalian juga jadi bisa ikut serok-serok saham incaran.

Well, dari semua resolusi investasi yang mesti dilakukan di tahun 2021, yang paling penting dari semuanya adalah mulai investasi! Terkhusus yang belum mulai juga. Nunggu apa lagi sih?

Kalian bisa memulai dari jumlah berapa pun kok. Jangan biarkan hal ini menahan kalian untuk mulai berinvestasi. Kontribusikan apa yang ada, dan kemudian kalian bisa menambahkan seiring waktu. Pakai sistem dollar cost averaging; cara yang cukup mumpuni buat kalian, investor ritel, yang mungkin modalnya enggak terlalu banyak tetapi mementingkan tujuan dan value.

Nah, semoga artikel ini bisa sedikit bantu kalian untuk benar-benar mulai investasi, dan mengembangkan portofolio investasi kalian ya.

Semoga 2021 lebih baik, dan impian kita bisa tercapai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.