Alternatif

Mengenal Apa Itu Program Dana Pensiun Anuitas

Sebelumnya, mau tanya dulu aja ah. Kalian sudah pada siapkan dana pensiun kan? Pada pakai apa nih? Kan banyak tuh program dana pensiun di luar sana, apalagi yang kantoran kan? Ada programnya BPJS Ketenagakerjaan, ada DPLK, ada yang bikin sendiri juga ya?

Mempersiapkan masa pensiun sejak dini itu memang baik. Bagus banget, malah. Tapi sering ada beberapa hal yang luput juga untuk dipikirkan. Misalnya saja, soal pengeluaran. Ini pernah kita bahas khusus dalam artikel yang sudah dipublish beberapa waktu yang lalu di blog ini juga. Silakan dicek ya, kalau belum baca.

Hal yang lain, yang kadang luput diperhitungkan, adalah ketika kita sudah benar-benar masuk ke usia pensiun, dana pensiun yang tadinya kita kumpulkan itu—mulai dari yang ada di saham, di reksa dana, di BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain—nanti pemakaiannya akan seperti apa? Apakah akan diambil per bunga atau dividen, jika surat berharga? Ataukah, mau diambil dengan jumlah tertentu? Atau, bagaimana?

Karena untuk beberapa instrumen, seperti reksa dana dan saham, pengelolaannya ada pada kita sendiri.

Nah, bingung kan? Sudah ada gambaran belum? Seenggaknya, masalah ini harus mulai dipikirkan dan direncanakan seiring kamu membangun dana pensiunmu.

Program Dana Pensiun Anuitas

5 Langkah Merencanakan Dana Pensiun Pasangan Suami Istri

Nah, sudah pernah mendengar mengenai program dana pensiun anuitas? Apa sih itu?

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, anuitas itu artinya rangkaian pembayaran atau penerimaan yang sama jumlahnya, yang harus dibayarkan atau diterima pada tiap akhir periode yang sama jangka waktunya untuk sejumlah tahun tertentu.

Kelebihan Dana Pensiun Anuitas

So, kalau dana pensiun anuitas adalah program dana pensiun yang nantinya manfaatnya akan diberikan pada pesertanya saat memasuki usia pensiun secara berkelanjutan, seperti skema gaji.

Dana pensiun anuitas akan menerima setoran dari peserta sejumlah tertentu secara rutin, yang kemudian dialokasikan ke instrumen anuitas tak likuid. Pada akhirnya, di saat yang sudah disepakati, hasil investasi ini bisa diambil, tapi enggak sekaligus, melainkan ada perhitungannya juga seperti gaji. Ini dibayarkan sampai seumur hidup. Kalau penerima dana pensiunnya meninggal, bisa diteruskan pada ahli waris, yaitu pasangan dan anak sampai dengan usia 21 tahun.

Dengan demikian, ini pastinya lebih enak sih buat pesertanya. Kita, maksudnya, kalau kita ikutan program dana pensiun anuitas ini. Ya jadi kayak pensiunan PNS nantinya, terima per bulan. Masalah cukup nggak cukup sih, itu lain topik. Tapi, dengan begini, kita jadi nggak perlu pusing-pusing mengatur pemasukan, karena jumlah yang kita terima menjadi lebih stabil dengan sendirinya.

Menghitung Rasio Financial Independence: Sudah Mandirikah Kamu?

Kekurangan Dana Pensiun Anuitas

Selain kelebihannya yang stabil dan memberikan kepastian manfaat, program dana pensiun anuitas ini punya sedikit kekurangan juga, yaitu soal likuiditas.

Tak seperti misalnya reksa dana dan saham, yang bisa diambil sewaktu-waktu, dana di dana pensiun anuitas ada denda atau penalti kalau diambil sebelum waktunya.

Dana pensiun anuitas ada 2 jenis, yaitu tetap dan variabel. Dana pensiun anuitas tetap akan membayarkan dana dalam jumlah tetap sesuai ketentuan. Sedangkan dana anuitas variabel memberikan dana yang bisa berubah tergantung imbal hasil pengembangan investasinya. Jadi, bisa saja lebih besar daripada anuitas tetap, atau malahan bisa lebih sedikit. Dengan demikian, dari segi jumlah, enggak bisa stabil.

Tip Memilih Program Dana Pensiun yang Sesuai

Mengenal Apa Itu Program Dana Pensiun Anuitas

Nah, sayangnya, program dana pensiun anuitas ini tak begitu laku. Hal ini terkait dengan tipisnya marjin yang bisa diaplikasikan oleh pihak perusahaan anuitas terhadap produknya. Karena sering terjadi improvisasi terhadap ketentuan pemberian dana secara reguler tersebut, di mana memungkinkan para pensiunan untuk mengambil sekaligus semua dana pensiun yang ada.

Oh well, padahal hal ini cukup menguntungkan lo, kalau kita bisa mendapatkan pembayaran secara reguler. Jadi kayak digaji kan, meskipun yah, jumlah yang diterima berapa itu baru diberitahukan setidaknya 3 bulan sebelum benar-benar diberikan. Dan, kadang jumlahnya juga nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi, setidaknya ada kestabilan pembayaran di situ, sehingga kita “hanya” tinggal memikirkan bagaimana pengelolaannya, atau kalau perlu mempertimbangkan untuk menambah penghasilan dari jalan yang lain.

However, mau pakai sistem dana pensiun anuitas atau yang lain, semua tentu kembali pada pilihan masing-masing. Yang pasti, beberapa hal berikut ini haruslah terus diingat, mana kala hendak memutuskan untuk menjadi peserta program pensiun mana pun.

1. Mulai sejak dini

Dana pensiun merupakan salah satu tujuan keuangan yang besar. Tergantung pada pengeluaran kita masing-masing setiap bulannya, tetapi penghitungan akhir akan selalu berangka miliaran.

Target yang besar seperti ini harus dilawan dengan waktu. Yes, untuk mencapai target yang besar, waktu memang menjadi satu-satunya kawan kita.

So, mulailah merencanakannya sejak dini. Kalau perlu, mulailah membangun dana pensiunmu begitu kamu punya penghasilan pertama, apa pun instrumen yang kamu pilih.

7 Faktor yang Memengaruhi Penentuan Perencanaan Dana Pensiun

2. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan

Kebutuhan dan kemampuan setiap orang berbeda. Kamu punya kondisi yang berbeda dengan teman-temanmu, sahabatmu, keluargamu, dan orang lain di luar sana. Jadi, stick to your own path.

Saat memilih program dana pensiun, kamu juga harus menyesuaikan dengan kebutuhanmu, juga kemampuanmu—terutama kemampuan finansial. Mau memilih instrumen investasi, juga hanya berpegang pada kebutuhan dan kemampuanmu.

Itu saja.

3. Lengkapi dengan dana darurat dan asuransi yang memadai

Saat membuat rencana keuangan, akan ada peluang ketika kamu harus menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi di tengah jalan nanti. Karena itu, kamu perlu mengamankannya dengan memiliki dana darurat yang memadai, juga asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Jangan pernah melupakan kedua hal tersebut, apa pun keputusanmu terkait program dana pensiun nanti.

Itu dia sedikit jabaran tentang program dana pensiun anuitas, serta sedikit reminder jika kamu ingin mulai membangun dana pensiunmu. Semoga sukses ya, dan semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.