Alternatif

Review Asetku – P2P Segmen Konsumsi

Sejak awal gue ngebikin blog slaveberdasi, semangatnya adalah membahas segala jenis investasi yang reliable dalam rangka meningkatkan aset investasi kita. Kali ini gue mendapat kesempatan untuk mereview salah satu Peer 2 Peer (P2P) yang ditujukan untuk pinjaman retail. Yang kita bahas kali ini adalah review asetku – P2P lending untuk konsumsi.

Perlu kita ketahui P2P ini memiliki beberapa segmen. Ada yang segmennya menyalurkan dana kita ke UKM seperti P2P yang gue sebutkan dalam pembahasan historikal return.

Sementara segmen lainnya adalah yang menyalurkan dana kita untuk pinjaman konsumtif perorangan,seperti membiayai orang yang belanja online kayak paylater dan bisa juga berupa pinjaman cash langsung seperti KTA . Naah P2P asetku bergerak dalam segmen ini.

Sebagai negara dengan penduduk keempat terbanyak didunia dan didominai usia muda maka sektor konsumsi memiliki peran yang sangat besar dinegara ini, jangan heran banyak investor dunia yang tertarik  ingin bermain diladang ini. Salah satu dari investor besar tersebut adalah Ant Financial yang telah menyertakan modalnya diperusahaan yang satu grup dengan asetku.

Melakukan review asetku tidak lengkap tanpa membahas kronologisnya dari pemahaman gue tentang bisnis ginian. So mari kita mulai dari dongeng gue dijaman dahulu kala..

 

Tentang Alibaba

Sekitar 6 tahun lalu gue pernah melakukan riset kecil – kecilan tentang Alibaba, e-commerce terbesar di China. Sebagai equity analis gue pengen tau gimana kinerjanya Alibaba dan seberapa besar potensinya keuntungan dari bisnis mereka.

Dari hasil ubek – ubek gue baru tau kalo nyawanya Alibaba tu ada di Alipay, dompet digitalnya  Alibaba kayak gopay atau Ovo disini. Ketika itu Alipay sudah sangat mendominasi transaksi digital di China, dan menjadi pemegang market share ngalahin semua bank disana !!

Masih rendahnya penetrasi perbankan di area ini memberikan kesempatan Alipay untuk meraup pasar keuangan digital sebesar – besarnya. Kesuksesan yang membuat Jack Ma menjadi orang terkaya di China dan IPO Alibaba pada 2014 menjadi rekor yang terbesar dalam sejarah.

Belajar dari kesuksesan dan pemahamannya tentang industri keuangan digital, Alipay dimana sekarang disebut Ant Financial ingin mereplika kesuksesan tersebut pada negara – negara yang masih under penetration, terutama negara banyak penduduk sehingga memiliki pasar yang besar seperti Indonesia.

Besarnya potensi pasar Indonesia membuat Ant Investment berani melakukan investasi jor – joran seperti ketika menanamkan modal ditokopedia sebesar 1 triliun dan Akulaku sebesar 1,4 triliun awal tahun 2019.

 

Review Asetku – About

Naah sebelum membahas review asetku, kita mulai dulu dari saudaranya Akulaku yang berdiri dalam satu grup dibawah payung PT. Akulaku Silvrr Indonesia.

Akulaku ini bergerak dalam bisnis kredit untuk orang – orang yang belanja online. Kalau lagi belanja online sekarang kan ada tuh tawaran paylater, pembayarannya dengan menggunakan kredit yang nantinya dilunasi dengan skema cicilan beserta bunganya. Nah Dibidang inilah Akulaku bergerak.

Konsep bisnis yang dijalankan sebenarnya sama saja dengan yang dilakukan oleh perbankan, hanya bedanya dipisah menjadi dua perusahaan. Akulaku untuk menyalurkan pinjamannya, dan asetku untuk mengumpulkan Dana Pihak Ketiganya (DPK). Tentu dengan profil risiko yang lebih besar, makanya diberikan imbal hasil yang jauh lebih besar.

Asetku berdiri sejak October 2017. Dan seluruh pendanaan yang dikumpulkan digunakan untuk pembiayaan kredit pada akulaku dan cash loan seperti KTA pada bank.

Karena dana yang digunakan untuk pinjaman kredit konsumsi, maka sudah seharusnya bunga yang didapatkan tinggi, kan high risk high return. Dalam hal ini range bunga yang diberikan 18 – 21% disetahunkan.

Selanjutnya mari kita bahas isinya asetku

 

Review Asetku – Penggunaan

Aplikasi dari asetku dapat didownload pada playstore atau di appstore. Untuk mendaftar di P2P asetku sangat mudah. Cukup mendaftarkan nomor handphone kita. Selanjutnya untuk verifikasi data kita mengisi biodata seperti biasa disertakan KTP.

Bagi yang tertarik,  masukkan kode TIZMG ketika pertama kali registrasi, dan masukkan kode Relationship manager (RM) : RIAN ketika melakukan pendanaan. Orang ini salah satu  relationship Managernya Asetku. Kalau ada pertanyaan – pertanyaan bisa langsung ditanyakan ke bapak ini.

Kode Referal : TIZMG

Kode RM : RIAN

Relationship Manager : Rendy Alvrianto – 0817776172

Selanjutnya kita dapat langsung masuk ke beranda dari Asetku. Disini untuk kategori pendanaan kita bagi dua menjadi flexibel dan reguler:

  • Pendanaan flexibel dapat dilihat pada pilihan yang diatas. Disini pendanaan kita disalurkan untuk pembiayaan kredit pada akulaku.
  • Kategori kedua adalah pendanaan reguler. Lokasinya ada pada dibagian bawah seperti pendanaan super 22 hari. Semua pendanaan yang tidak masuk dalam flexibel kita kategorikan pendanaan reguler. Pada pendanaan reguler pendanaan dialokasikan pada peminjam cash loan seperti kta.

pendanaan asetku - P2P

Adanya pilihan ini memberikan keleluasan bagi kita pendana untuk memilih penempatan yang lebih cocok. Karena P2P Asetku merupakan segmen konsumsi retail yang membutuhkan pinjaman kecil – kecil, maka sulit bagi kita mendeteksi kualitas kemampuan bayar yang minjam satu – satu. Berbeda dengan P2P segmen UKM, dimana kita bisa membaca snapshot UKM peminjam dan kredit ratingnya versi P2P tersebut.

Asetku cukup transparan sih dengan menshare data – data peminjam dari duit kita, tapi kalau terdiri dari puluhan peminjam dengan nominal kecil – kecil, yaa kalee kita cek – cekin.

Risiko ini dipahami oleh Asetku, makanya setiap pilihan pendanaan untuk yang kita investasikan disebar kepuluhan peminjam. Pemikiran ini valid ketika diaplikasikan pada investasi saham dimana Eugene Fama membuat konsep untuk menurunkan risiko investasi saham berisiko dengan menyebarnya kebanyak saham dan membuatnya memenangkan Nobel.

Menariknya selain dari pendanaan tersebut, Asetku membuat sweetener dengan memberikan poin – poin tambahan bagi yang mengikuti kolom Tugas. Letaknya dapat dilihat pada kolom “saya” selanjutnya masuk ke kolom “tugas”. Pada kolom ini asetku memberikan tugas – tugas yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan voucher bunga atau cash. Misal pada pendanaan pertama dengan nominal 5 juta dengan jangka waktu 15 hari maka akan mendapatkan poin pertumbuhan +2 dan salah satu voucher antara bunga atau cash.

tugas asetku

Jadi pendanaan yang dilakukan itu belum nett. Dengan melakukan tugas – tugas ini imbal hasil yang didapatkan bisa lebih besar lagi.

Nominal pendanaan yang dapat kita lakukan pada asetku bisa dimulai dengan angka 1 juta. Sementara tenor waktunya bervariasi dari 8 hari sampai 194 hari. Saran gue sih pendanaannya maksimal pilih yang 3 bulan, karena yang lebih lama dari itu selisih bunganya cuma sedikit.

Setelah kita berbicara tentang return, sekarang mari kita bahas risk dari P2P asetku

 

Review Asetku – Risiko

Ketika mendapat tawaran untuk mereview Asetku maka salah satu hal pertama yang gue perhatiin adalah apakah sudah terdaftar di OJK. Kalau belum terdaftar ya sudah lupakan. Spirit dari blog ini adalah berbagi pandangan tentang berbagai investasi terpercaya yang dapat kita jadikan pilihan. Dengan telah berada dalam naungan OJK menunjukkan perusahaan tersebut kredibel.

Karena dari pengalaman gue sendiri ngerasain capeknya menuhin requirement yang diminta OJK dan  terus berubah – berubah, membuat gue sadar kalau sudah berada dalam naungan OJK maka perusahaan tersebut serius membangun bisnis dalam jangka panjang dan lebih transparan.

Ok dari aspek legalitas gue percaya perusahaan ini bonafit, bukan perusahaan bodong yang janjiin bunga gede, trus setelah kekumpul banyak dibawa kabur keluar negeri.

Selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah risiko terbesar dalam berinvestasi di asetku yaitu risiko gagal bayar. Seperti kita ketahui pendanaan ini digunakan untuk membiayai kredit konsumsi dan pinjaman tunai hanya bermodalkan KTP dan nomor handphone. Sangat mudahnya akses untuk mendapatkan dana ini tentu memberikan risiko tambahan.

Ditambah dengan berani meminjam bunga yang tinggi sudah past profil para peminjam ini orang yang kantongnya pas – pasan, dan membuat kemampuan bayar mereka menjadi pertanyaan besar. Namun proses pengelolaan risiko sebenarnya sudah dapat dilihat dengan limit pinjaman maksimal yang kecil untuk pertama kali dan baru akan semakin besar apabila cicilan sudah dibayar.

Positifnya Asetku menyediakan asuransi yang melindungi pokok dari pendanaan kita. Jadi seandainya kita melakukan pendanaan sebesar 10 juta dan bunga sebesar 2,1 juta. Seandainya terjadi kredit macet, kita akan mendapatkan kembali dana pokok kita sebesar 10 juta. Sementara kerugian tersebut akan ditanggung oleh asuransinya.

Asuransi yang digunakan adalah STACO Mandiri. Dengan adanya asuransi, Asetku memiliki niat baik untuk melindungi aset pokok investornya, makanya sampai saat ini kan klaim gagal bayarnya 0%, itu karena dilindungi asuransi ini.

Kita ga bisa telen bulet – bulet dengan diasuransi maka pokok aset kita terjamin. Apalagi pada kondisi resesi seperti saat ini rasio gagal bayar akan semakin meningkat. Kalau perusahaan asuransinya kolaps ya duit kita kolaps juga. Namun setidaknya kita dapat melihat niat baik yang dilakukan asetku dan grupnya demi tujuan yang lebih besar.

asuransi staco mandiri

Review Asetku – Summary

Ketika melakukan review asetku ini gue bahasnya jadi lompat kesana kesini. Tujuan gue supaya kita dapat melihat dari Big Picturenya. Karena dari situ kita baru bisa mengukur risikonya. Dengan Ant Financial telah menanamkan dana 1,4 triliun di Akulaku, maka ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mendapatkan market share industri keuangan digital di Indonesia.

Bisnis kredit konsumsi ini menarik, namun untuk mendanainya memerlukan dana yang banyak. Oleh karena itu didirikanlah Asetku sebagai wadah pengumpulan dana. Ditambah dengan adanya asuransi yang melindungi pokok investasi dapat meningkatkan kepercayaan investor. Tooh sama saja dengan bank, kalau ada kreditur yang gagal bayar risikonya kan ditanggung pihak bank, konsumer simpanan ya tahu beres saja. Maka hal itu juga yang dilakukan Asetku. Namun perlu diingat dalam kondisi resesi saat ini harus  berhati – hati dan mencobanya bertahap, karena risiko kredit saat ini meningkat disemua lini.

Pada akhirnya di review asetku ini gue bisa bilang P2P ini menarik dan secara personal gue tertarik mencoba sebagai alternatif investasi. Dengan bunga yang ditawarkan 18 -21% setahun, ini merupakan nominal imbal hasil yang sangat besar. Sebagai pembanding investasi saham sebagai aset yang paling high risk high return dalam 5 tahun terakhir saja malah berakhir rugi, sementara obligasi memberikan imbal hasil sekitar 10%, dan P2P berkisar 15% setahunnya.

Selamat mencoba..

 

*Disclaimer: Penulisan merupakan Artikel berbayar, namun Pemikiran dan opini berasal dari penulis pribadi berdasarkan pengalaman yang didapatkan.

11 Comments

  1. Sauferry Anas April 27, 2020
    • Slave Berdasi June 20, 2020
  2. relas June 2, 2020
    • Slave Berdasi June 20, 2020
  3. Daniel June 2, 2020
  4. Mollan June 2, 2020
  5. Daniel June 2, 2020
  6. Anggi July 3, 2020

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.