Kebebasan Finansial

4 Tahap Masa Pensiun, dan Hal Keuangan Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ketika fisik kita sehat, dan juga punya kesiapan yang cukup secara finansial, masa pensiun kita bisa jadi akan panjang.

Bener nggak?

Bener dong, karena panjangnya umur mau enggak mau—sedikit banyak—tergantung pada kondisi fisik kita.

Nah, dalam menjalani masa pensiun itu—baik panjang maupun pendek—nantinya akan ada beberapa fase berbeda yang akan kita lalui, dengan beberapa perubahan kondisi yang mungkin terjadi, sehingga perlu pendekatan penganggaran yang berbeda juga. Intinya, dalam masa pensiun yang panjang, barangkali kita akan harus melakukan beberapa penyesuaian, terutama dari sisi keuangan.

Yes, fakta ini didukung oleh beberapa studi yang telah dilakukan oleh para ahli, yang membagi masa pensiun ke dalam 4 tahap. Nah, apa saja tahapnya, bagaimana gambarannya, dan apa saja yang mesti kita persiapkan, yuk, ikuti saja artikel ini sampai selesai.

4 Tahap Masa Pensiun yang Akan Kita Jalani

Kapan Usia Pensiun yang Paling Pas?

Pre-Retirement (50 – 64 tahun)

Standar usia pensiun di Indonesia adalah usia 58 tahun, tapi sebenarnya batasan ini berlaku untuk ASN. Sedangkan, kalau kita bukan ASN, mau memutuskan untuk pensiun di usia berapa pun sebenarnya enggak masalah sama sekali. Semua kembali ke diri kita sendiri. Ibaratnya, mau kerja terus sampai akhir hayat juga sebenarnya enggak ada yang melarang.

Tapi, ya sadar diri sajalah ya, namanya manusia ya pasti ada batasnya. Akan tiba saatnya, pasti, kita pengin istirahat dan berhenti bekerja, menikmati hidup.

So, balik lagi ke usia pensiun. Batasannya memang 58 tahun, kalau mau pakai standar ASN. So, pada kenyataannya, sejak usia 50 tahun, sering kali yang terjadi sebagian dari kita sudah mulai mengurangi beban kerja kita. Sudah mulai melakukan regenerasi, sudah mulai mengalihkan beberapa tugas yang penting pada yang lain, yang lebih muda.

Jadi, usia 50 tahun bisa disebut sebagai masa pre-retirement, alias masa pra-pensiun. Batasan 64 tahun kita ambil sesuai dengan definisi BPS atas usia produktif, yang ditentukan dari usia 15 – 64 tahun.

Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika memasuki masa pra-pensiun ini? Cek saldo dana pensiun. Yes, cek dana pensiun di mana saja kamu menyimpannya, mulai dari saldo di BPJS Ketenagakerjaan, DPLK, atau dana pensiun mandiri yang kamu racik sendiri menjadi portofolio investasi.

Selain mengecek kesiapan dana pensiun, satu hal yang sangat penting untuk dicek pada masa prapensiun ini adalah cicilan utang. Pastikan sudah atau akan segera lunas secepatnya, sebelum benar-benar memasuki masa pensiun.

Kamu juga sebaiknya mulai mengecek kembali gaya hidup yang sudah kamu jalani. Kalau mau diturunkan demi penghematan di masa pensiun lantaran dana pensiun harus digunakan dengan bijak, maka sekaranglah waktunya. Jangan sampai kamu shock sendiri mendapati bahwa pengeluaran masih tetap besar saat memasuki usia pensiun nanti.

5 Langkah Merencanakan Dana Pensiun Pasangan Suami Istri

Awal Pensiun (64 – 70 tahun)

Akhirnya, barangkali kamu benar-benar harus pensiun di usia ini. Kamu nggak lagi akan menerima gaji, dan harus memenuhi kebutuhan hidup dengan dana pensiun yang sudah disiapkan sebelumnya.

So, cek kembali rencana keuangan yang sudah kamu buat sebelumnya. Putuskan, kapan harus mengurus atau mencairkan Jaminan Pensiun dan/atau Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Cari informasi juga, bagaimana agar kamu bisa mendapatkan hakmu atas dana pensiun yang disimpan di DPLK. Cek portofolio investasi mandirimu jika ada, dan perhitungkan dengan cermat bagaimana penggunaannya.

Cek juga asuransi kesehatanmu. Begitu kita berhenti bekerja, maka kita akan “kehilangan” hak untuk disubsidi perusahaan. Jadi, kamu harus memastikan iuran tetap jalan dengan baik, agar kamu tetap bisa mendapatkan manfaatnya. Jangan lupa, cek juga asuransi kesehatan pasangan ya. Cek juga asuransi yang lain, jika ada.

Di masa pensiun awal ini, barangkali kamu akan dilanda rasa kesepian. Sudah biasa sibuk, tiba-tiba harus menganggur. Ini bukan hal gampang lo bagi sebagian orang. So, pastikan kamu sudah punya rencana aktivitas untuk dilakukan jika sudah pensiun.

Berencana untuk tetap bekerja? Ya, enggak masalah asal sadar diri bahwa sudah masuk masa pensiun. Artinya, seharusnya sih kerjanya enggak ngoyo lagi. Yah, kerja sih boleh, tapi buat seneng-seneng aja. Kalaupun terima duit, ya bagus, tapi seharusnya sih sudah bukan menjadi tujuan utama dari bekerja lagi.

Paling cocok sih ya menekuni hobi, yang mungkin dulu enggak sempat dilakukan lantaran sibuk. Tapi pastikan, agar tetap sesuai dengan anggaran ya. Jangan sampai biaya hobi malah jadi makan biaya hidup.

4 Tahap Masa Pensiun, dan Hal Keuangan Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Middle Retirement (70 – 80 tahun)

Pada fase ini, mungkin kamu sudah cukup “mapan” sebagai pensiunan.

So, ini adalah saat yang tepat bagi kamu untuk meninjau kembali alokasi aset yang kamu miliki. Bisa jadi pengeluaran di fase ini akan lebih menurun hingga level stabil. Kamu akan lebih banyak di rumah. Anak dan cucu barangkali juga sudah mulai mandiri nih, di masa pensiun ini.

Barangkali kamu perlu menambah asuransi kesehatan sebagai proteksi, tetapi bisa saja mengurangi asuransi jiwa.

Dalam fase masa pensiun pertengahan ini, ada baiknya kamu mulai menyiapkan surat waris. Nggak usah merasa tabu atau pamali saat melakukannya. Justru, ini hal yang sangat penting untuk kamu lakukan selagi kamu masih hidup dan sehat. Dengan membuat surat waris, kamu sekaligus sudah mengamankan aset untuk keturunanmu, dan menghindari masalah di masa depan yang bisa terjadi.

Merencanakan Dana Pensiun, Jangan Sampai Melakukan 9 Kesalahan Ini!

Akhir Pensiun (lebih dari 80 tahun)

Angka harapan hidup di Indonesia sebenarnya ada di usia 72 tahun. So, kalau kamu nanti masih bisa menikmati ulang tahun yang ke-80, maka itu patut banget untuk kamu syukuri.

Di sisi lain, mari berharap saja, bahwa dana pensiunmu bisa mencukupi berbagai kebutuhan di masa pensiun yang panjang ini. Pengeluaran di pos kesehatan barangkali akan membengkak, jadi ya ada baiknya kamu bersiap.

Tak banyak yang perlu dilakukan sih di masa pensiun akhir ini. Selain perbanyak ibadah, pastikan semua urusan duniawi sudah beres.

Dan, nikmatilah hidup. Nggak usah aneh-aneh.

Demikian 4 tahap masa pensiun yang akan kita lewati nantinya. Gimana? Apakah kamu sudah siap?

Nggak apa sih, kalau memang belum siap, tetapi kamu harus sadar, bahwa penting untuk mempersiapkan dan membangun dana pensiun sejak dini. Mengapa? Ya, itu, karena masa pensiun itu akan panjang. Bisa jadi malah lebih panjang dari masa produktif kita, kalau kesehatan kita cukup baik.

So, pastikan kamu bisa pensiun mandiri dengan sejahtera, dengan cara menyiapkan segala sesuatunya sejak dini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.