Equity

Ini Dia 5 Tipe Investor Dana Pensiun Menurut Penelitian Terbaru

Tipe investor yang kayak gimanakah kamu?

Lah, emang ada tipe invetor? Ada dong. Kayak Warren Buffett, itu dikenal sebagai tipe value investor.

Nah, ternyata ada juga istilah tipe investor khusus yang bertujuan untuk dana pensiun.

Duh, mesti banget dikotak-kotakin? Ya, enggak juga sih. Cuma kadang ini berkaitan dengan kebiasaan, kebutuhan, juga karakteristik si investornya sendiri. Ibaratnya tuh, kalau kamu bisa mengenal tipe investor seperti apakah dirimu, maka kamu bisa menyesuaikan juga dengan instrumen yang cucok. Gitu.

Penelitian Terbaru tentang Perencanaan Dana Pensiun

Ini Dia 5 Tipe Investor Dana Pensiun Menurut Penelitian Terbaru

So, ada nih penelitian dan survei di Amerika sono yang mengklasifikasikan investor dana pensiun ke dalam 5 kategori besar. Pengelompokan ini dirilis oleh Artemis Strategy Group, sebuah lembaga survei yang memang punya proyek untuk meneliti kesiapan warga Amerika Serikat dalam menghadapi masa pensiun.

Kok Amerika? Memangnya di Indonesia nggak ada?

Well, sependek pengetahuan, Indonesia memang belum terlalu mumpuni sistemnya untuk bisa mendapatkan hasil data survei yang bisa diandalkan untuk topik sespesifik ini.

Ya, kalau memang ada, silakan ditulis di kolom komentar deh. Ntar kita akan coba bahas dan analisis juga pankapan, di artikel berikutnya.

Kenapa sekarang kita bahas tentang ini? Karena fakta ini menarik. Dan, sekiranya, nggak terlalu jauh berbeda juga dengan kondisi di Indonesia kok. Bahkan faktanya, lebih banyak lagi orang Indonesia yang belum siap pensiun.

Jadi, mari kita lihat 5 tipe investor dana pensiun sesuai survei Artemis Strategy Group ini.

koreksi ihsg

1. Ambitious risk-takers

Kalau mau diterjemahkan secara bebas, tipe investor ini adalah tipe agresif; pengambil risiko yang ambisius.

Menurut data survei yang ada, yang termasuk dalam tipe investor ini pada umumnya adalah orang-orang yang berpendidikan, optimis, dan usianya masih muda. Profilnya meliputi:

  • Usia di bawah 45 tahun sebanyak 49%
  • Usia di bawah 35 tahun sebanyak 28%
  • Pekerja penuh waktu memiliki persentase 72% (terdapat 52% di antaranya memiliki gelar sarjana)

Persentase terbesarnya di sini adalah pria, sebanyak 54%.

Fakta lain lagi juga menarik.

43% dari tipe investor ini mempunyai penasihat keuangan secara khusus, dan 75%-nya mengharapkan sumber pendapatan mereka bertahan selama masa pensiun nanti.

Rata-rata dari mereka mempercayai pendapat dan perhitungan penasihat keuangan yang sudah mereka hire, namun mereka juga melakukan penelitian sendiri dan lebih cenderung menganggap diri mereka lebih ahli dalam perencanaan dana pensiun.

2. Cautious Preparers

Kalau diterjemahkan secara bebas, tipe investor ini karakternya sangat berhati-hati dan penuh perhitungan.

Di dalam tipe ini, terdapat 56% laki-laki yang memiliki latar belakang pendidikan cukup baik, dan 40% dari mereka memiliki gelar sarjana. Usia mereka cenderung cukup senior, yaitu sekitar 45 tahun atau lebih, sebanyak 68%. Bahkan, 20%-nya berusia 65 tahun dan 75 tahun.

Well, nggak heran sih mereka cenderung hati-hati ya. Kalau agresif ya ambyar.

Faktanya, 27%-nya memang sudah pensiun.

Tipe investor di kelompok ini lebih mempersiapkan dengan hati-hati untuk menghadapi kemungkinan terburuk terjebak dengan strategi investasi yang sudah mereka coba.

Meskipun tipe investor di kelompok ini memiliki pengetahuan dan perencanaan dana pensiun yang baik, mereka ternyata juga masih memiliki beberapa pertanyaan tentang keuangan. Karenanya, tipe investor ini banyak melakukan penelitian sendiri dan juga masih banyak yang menggunakan jasa penasihat keuangan.

Review pajak DPLK dan reksadana

3. Optimistic Dreamers

Tipe investor ini terdiri atas 57% perempuan muda. Profilnya juga menarik; 49%-nya berusia di bawah usia 45 tahun, dan 26%-nya di bawah 35 tahun.

Mereka cenderung berpendidikan rendah, dengan 46% dari mereka hanya memiliki ijazah sekolah menengah atas atau bahkan kurang dari itu.
Pada umumnya, tipe investor dalam kelompok ini mengabaikan dana pensiun. Namun, mereka rata-rata siap untuk menjalani kehidupan yang aktif, bahkan ketika masa pensiun tiba nanti.

Mereka umumnya memiliki pemahaman dasar tentang perencanaan keuangan dan ikut berkontribusi pada rencana pensiun yang diberikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, mereka tak terlalu tertarik untuk merencanakannya dengan lebih baik.

Beberapa dari mereka memang tahu, bahwa mereka mesti punya tabungan untuk pensiun, tetapi bukan menjadi prioritas utama dalam hidup mereka. Kebanyakan dari mereka mengelola keuangan dan mungkin jika berinvestasi, mereka akan lebih banyak mengikuti saja rekomendasi dari orang lain.

4. Purposeful Planners

Kelompok tipe investor yang satu rata-rata sudah memiliki rencana pensiun yang cukup baik. Terdapat 58% pria dari kelompok ini, yang memiliki pendidikan tinggi, dengan 52%-nya bergelar sarjana. Banyak tipe investor dari kelompok ini yang mendekati pensiun atau sudah pensiun dengan persentasi 42% berusia 55 tahun ke atas.

Tipe investor yang mempunyai rencana dana pensiun sesuai dengan tujuan ini memiliki jaminan dapat menikmati masa pensiunnya nanti. Sebagian besar dari mereka memiliki rencana keuangan yang sudah mapan, pun memiliki waktu untuk merencanakan dana pensiun, dan memiliki pengetahuan luas tentang perencanaan dana pensiun.

Kelompok ini—sebanyak 78%-nya—mampu menikmati masa pensiun mereka dengan cukup sejahtera.

Ini Dia 5 Tipe Investor Dana Pensiun Menurut Penelitian Terbaru

5. Uncertain Strugglers

Tipe investor ini merupakan kelompok yang pesimis tentang hidup sejahtera di masa pensiun nanti. Mereka hanya mampu bergantung pada jaminan sosial dan bantuan dari keluarga untuk bertahan hidup. Terdapat 61% wanita di kelompok ini, dan mereka rata-rata berpendidikan rendah. 56%-nya memiliki ijizah sekolah menengah atau kurang.

Dalam membuat keputusan keuangan, mereka mengandalkan naluri diri sendiri dan rekomendasi dari keluarga ataupun teman. Dan terdapat 39% dari kelompok ini yang bekerja penuh waktu.

Meskipun 57% dari mereka berusia 45 tahun atau lebih, mereka tidak tahu banyak tentang perencanaan dana pensiun, tidak memiliki rencana keuangan, dan belum menghitung kebutuhan pendapatan mereka saat masa pensiun nanti. Hanya 24% yang dapat mengandalkan tabungan pribadi.

Merencanakan Dana Pensiun

Sebenarnya nih, menabung dana pensiun itu mudah kok! Tinggal kamu merencanakan keuangan dengan baik, temasuk hidup sesuai kemampuan, mencatat alur kas masuk dan keluar, dan mempertimbangkan profil risiko dari jenis investasi dana pensiun yang kamu pilih.

Terdapat 5 variabel yang umumnya berdampak besar pada tabungan dana pensiunmu, yaitu:Berapa banyak pendapatan yang kamu hasilkan

  • Kapan kamu mulai menabung dana pensiun?
  • Berapa jumlah dana pensiun yang kamu butuhkan?
  • Kapan kamu mulai pensiun?
  • Berapa jumlah pengembalian dari dana investasimu (khusus untuk kamu yang berinvestasi)?

Kesimpulan

Masa pensiun itu sangat penting untuk direncanakan. Sama pentingnya dengan masa produktif, dan juga tujuan-tujuan keuangan yang lain.

Mulailah merencanakan dana pensiunmu sejak dini, saat usiamu masih 20-an, ketika kamu sudah mulai produktif. Kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh orang yang merencanakan dana pensiun adalah mereka memulainya di usia 45 tahun. Ya, meskipun jika memang terlambat ya itu juga lebih baik ketimbang enggak siap sama sekali.

Jika kamu bisa memulai membangun dana pensiunmu sejak dini, maka hal ini akan memotong tingkat simpanan tahunan sekitar dua per tiganya.

Semakin awal kamu mulai menabung untuk dana pensiunmu, semakin bagus untuk tujuan keuanganmu di masa mendatang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.