Kebebasan Finansial

Kapan Usia Pensiun yang Paling Pas?

Memiliki karier yang tengah naik daun, bisnis yang mampu memberikan penghasilan sampingan, membuat sebagian orang tidak pernah memikirkan usia pensiun. Betul?

Pada umumnya, orang-orang berada di fase menikmati pekerjaan. Berhadapan dengan deadline, meeting to meeting, ngantor mulai dari matahari belum nampak dan pulang saat udah tenggelam, jadwal yang ketat adalah bagian dari dinamika pekerjaan sekarang ini. Dan semua menikmatinya.

Terlebih memiliki gaji yang bisa memenuhi kebutuhan membuat kita terlena dan jadi males bats mau memikirkan usia pensiun.

Usia pensiun ini bisa diibaratkan seperti dementor yang bisa menyerap kebahagiaan seketika. Karena memikirkannya membuat pikiran ruwet! Ada semacam ketakutan, uang yang dimiliki cukup nggak sih untuk masa pensiun nanti?

Karenanya ada banyak hal yang harus dipersiapkan saat masa pensiun, salah duanya adalah dana pensiun juga dana darurat.

Mengapa perlu mempersiapkan masa pensiun?

Kapan Usia Pensiun yang Paling Pas?

Memangnya mau terus-terusan dikejar deadline? Waktu bersama keluarga yang terbatas? Belum lagi bos yang moody. Havft. Tentu pengin ya kan terbebas dari semua ‘beban’ itu.

Usia pensiun adalah saat di mana bisa menikmati hasil kerja, hidup bersama pasangan di kota impian, dan tentunya memiliki dana yang cukup untuk menyokong semuanya.

Walau terdengar ‘horor’ tapi pada akhirnya toh harus memikirkan kapan waktu yang tepat untuk pensiun.

Jadi begini, persiapan masa pensiun perlu loh dilakukan sejak dini. Tapi, kalau sekarang kamu udah masuk kepala empat, it doesn’t matter. Nggak ada kata terlambat.

Yang jadi masalah adalah banyak yang bingung harus memulai dari mana menyiapkan masa pensiun?

Terlebih nih kalangan milenial yang tengah menikmati pekerjaan, menyiapkan bekal untuk pensiun cenderung tidak dianggap penting. Karena mereka mikir ini hal yang belum mendesak, toh masih lama pensiunnya.

Setidaknya 3 hal ini bisa dijadikan alasan untuk menyiapkan masa pensiun.

  1. Jadikan pensiun sebagai bagian tujuan keuangan

Saat memasuki usia pensiun, secara langsung kamu akan kehilangan pendapatan rutin tiap bulannya. Setinggi apa pun jabatan yang dimiliki, masa produktif itu ada kedaluwarsanya yaitu saat memasuki usia pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan, 60 tahun misalnya.

Saat itu terjadi, pendapatan per bulan akan terhenti. Sedangkan hidup masih terus berjalan, segala kebutuhan pun harus dipenuhi, bukan? 

Memasuki masa pensiun harus menyiapkan kebutuhan sandang, pangan, kesehatan, pengobatan. Dari mana biaya untuk semuanya? Kumpulkan selagi masih berada di masa produktif!

Masukkan dana pensiun sebagai bagian dari tujuan keuangan sejak dini. Katakan sekarang kamu berusia 40 tahun, batas usia pensiun di perusahaan adalah 60 tahun, jadi kamu masih memiliki 20 tahun untuk menabung dana pensiun.

Apa yang Perlu Kamu Tahu tentang Program Rencana Pensiun Perusahaan
  1. Inflasi akan selalu ada

Walaupun dunia digital semakin berkembang termasuk financial technology di mana sudah munculnya cryptocurrency, tapi uang kertas masih menjadi alat pembayaran yang dipakai oleh seluruh negara di dunia.

Selama uang kertas dipakai untuk transaksi, inflasi akan terus ada. Dan dari waktu ke waktu, nilai uang akan terus mengalami penurunan.

Contohnya, di tahun 2021 sepiring nasi campur seharga 15 ribu. Tapi, 20 tahun lagi, uang sebesar itu tak akan cukup untuk membeli seporsi nasi campur. Barangkali kamu nggak bisa bayangin dah sekarang ini, tapi percayalah itu akan terjadi nanti.

Inflasi tak bisa dihindari karena berbanding lurus dengan ekonomi. Selama ekonomi negara bertumbuh, tingkat permintaan akan barang pastinya meningkat. Dari kenaikan barang dan jasa akan menggerus nilai mata uang.

  1. Memutuskan rantai sandwich generation

Survei HSBC di tahun 2018 menunjukkan 25% pensiunan di Indonesia ternyata mendapat bantuan keuangan dari anak-anak mereka. 3 dari 4 orang di usia produktif mengharapkan bantuan keuangan dari anak-anak saat memasuki usia pensiun.

Inilah salah satu penyebab munculnya sandwich generation. 

Sebagai anak, membantu orang tua adalah kewajiban. Tapi, di sisi lain kamu juga harus bisa membiayai keluarga. Memang ini rumit. Tapi, yakin deh rezeki akan selalu ada.

Mumpung masih di usia produktif, persiapkan masa pensiunmu sebaik mungkin. Ini sekaligus memutus rantai sandwich generation. Kelak, kamu tidak akan membebani anak di saat masa pensiun.

Pertanyaan selanjutnya adalah kapan usia tepat untuk pensiun? Ada tiga kategori yang bisa dipilih dan sesuaikan dengan keadaanmu.

3 Kategori usia pensiun

5 Langkah Merencanakan Dana Pensiun Pasangan Suami Istri
  1. Pensiun dini, < 65 tahun

Coba deh jujur, meninggalkan pekerjaan 8 to 5 adalah keinginan semua pekerja satu saat nanti. Setuju?

Ketika kamu memasuki usia 50-an dan awal 60-an, tubuh akan mudah terasa lelah, ritme kerja pun tak sama lagi saat berusia 40. Jadi, memutuskan berhenti kerja di usia kurang dari 65 tahun merupakan keputusan yang tepat.

Pada umumnya, pria pensiun di usia rata-rata 64 tahun, sedangkan wanita di usia 61 tahun.

Di Indonesia sendiri, berapa batasan usia pensiun?

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 132 juta orang penduduk Indonesia masuk ke angkatan kerja. Lanjut lagi, dari BPS mengategorikan usia produktif ada di usia 15-64 tahun.

Namun, ada peraturan perundang-undangan juga yang perlu kamu tahu tentang usia pensiun untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta.

Di Indonesia aturan usia pensiun untuk pegawai negeri sipil (PNS) diatur dalam Undang- Undang Pasal 3 ayat 2 PP No. 32 Th 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, yang diubah menjadi PP No. 65 tahun 2008. Di pasal ini usia pensiun PNS adalah 56 tahun.

Tapi, untuk pegawai perusahaan swasta, tidak ada aturan batas usia pensiun. Ketentuan tentang batas usia pensiun ditetapkan dalam perarturan perusahaan (PP), perjanjian kerja bersama (PKB) dan perjanjian kerja (PK).

Jadi, bisa dikatakan pada umumnya angkatan kerja di Indonesia termasuk kategori pensiun dini yaitu kurang dari 65 tahun.

  1. Usia pensiun normal, 65 – 70 tahun

Di tahun 2016, rata-rata usia pensiun di United States ada di usia 65 tahun untuk pria dan 63 tahun untuk wanita. Namun rata-rata pada umumnya di usia 67 tahun.

Bagi orang banyak, usia 60-an ke atas adalah usia yang tepat untuk menentukan masa pensiun. Di usia ini, Anda memiliki penghasilan pensiun (bisa berupa uang pensiun, dan jaminan pensiun) yang sekiranya cukup untuk menikmati tahun-tahun bebas dari pekerjaan yang selama ini dilakukan.

Masa pensiun di usia ini untuk ukuran luar negerti terbilang normal. Namun, di Indonesia sendiri masih sedikit pekerjaan yang pensiun di usia ini. Pekerjaan yang memiliki batas usia pensiun 65 tahun adalah dosen, profesor dan peneliti. 

usia pensiun 1
  1. Usia pensiun > 70 tahun

Melakukan pekerjaan yang disukai dan sesuai dengan passion, rasanya tidak ada batasan usia pensiun, ya. Karena ketika kita berada di fase ini – pekerjaan yang dilakukan menyenangkan – , mau usia berapa pun selama kondisi kesehatan masih baik, it’s fine.

Ada keuntungan juga jika kamu memilih usia pensiun > 70 tahun yaitu kamu memiliki lebih banyak waktu untuk mengumpulkan penghasilan pensiun. Selain itu bayaran untuk jaminan pensiun pun semakin tinggi.

Intinya, jika kamu merencanakan masa pensiun dengan baik, kamu akan memiliki lebih banyak penghasilan pensiun yang bisa digunakan untuk melakukan hal-hal yang disukai. Dan kamu tidak akan terlalu khawatir lagi saat meninggalkan semua aset.

Usia pensiun > 70 tahun bukan menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Karena usia ini terlalu berisiko terutama pada kesehatan.

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah memiliki gambaran bukan batas usia pensiun yang bisa dipilih. Semua tergantung dari kamu, mau di usia berapa untuk pensiun. Karena tiap individu memiliki goals yang berbeda.

Tapi, pastikan kamu memiliki dana pensiun yang disiapkan sejak dini. Agar kelak, kamu bisa hidup lebih santai tanpa dibebani apa pun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.